Jakarta (ANTARA) - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang meluncurkan All New Aerox 155 Connected pada awal bulan lalu, memberikan kesempatan kepada awak media untuk merasakan langsung rasa berkendara "sporty" pada skutik yang diklaim memiliki Power Weight Ratio terbaik di kelasnya, melalui event "Aerox Ultimate Racy Experience".

ANTARA menjajal skuter berdesain perpaduan motor sport dengan skuter matik itu dengan rute Yamaha FSS Cempaka Putih, Jakarta Pusat menuju Sentul Karting, Jawa Barat.

Pada tahap pertama, sebanyak 15 media yang mencoba All New Aerox 155 Connected menuju Sentul Karting diminta untuk berkendara secara eco riding dengan kecepatan rata-rata 30 sampai 40 km/jam.

Menunggangi All New Aerox 15 Connected memberikan kesenangan tersendiri, selain karena desainnya yang menarik perhatian, nuansa sport juga terasa dengan konsep full fairing pada sisi kanan dan kiri motor yang juga menunjang aerodinamika.

Selama perjalanan, motor itu memberikan handling yang nyaman kendati motor penantang Honda Vario 155 itu memiliki jok yang cukup tinggi dan keras sehingga menjadi pertimbangan untuk melakukan perjalanan jauh.

Meski begitu, skuter matik itu memiliki segudang kecanggihan yang tidak banyak dimiliki oleh skuter matik lain di kelasnya. Salah satunya adalah fitur koneksi ponsel pintar.

Melalui aplikasi Y-Connect yang tersambung melalui Bluetooth, pengendara dapat mendapatkan informasi mengenai apapun dari kendaran Yamaha All New Aerox 155 Connected mulai dari konsumsi bahan bakar hingga keberadaan terakhir kendaraan itu.

Baca juga: Yamaha yakin pertumbuhan daya beli dorong penjualan All New Aerox

Baca juga: Yamaha ungkap Aerox 155 Connected, simak harga dan fitur barunya

 
Tampilan dashboard dari Yamaha All New Aerox 155 Connected (ANTARA/Chairul Rohman)


Selain aplikasi Y-Connect, motor ini juga mempunyai Smart Key System yang merupakan sistem penguncian tanpa anak kunci serta Electric Power Socket untuk pengisian daya baterai smartphone. Ada juga fitur Anti-lock Braking System (ABS) yang semakin mengoptimalkan sistem pengereman pada motor.

Pada bagian mesin, skuter matik dari keluarga Maxi ini menggendong mesin Total New Engine Blue Core 155cc berpendingin cairan, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata di setiap putaran mesin.

Mesin dari Yamaha All New Aerox 155 Connected ini mampu melahirkan tenaga maksimum sebesar 11.3kW pada putaran 8.000rpm serta torsi maksimum sebesar 13.9Nm pada putaran 6.500rpm. Dengan begitu All New Aerox 155 Connected memiliki performa dan Power to Weight Ratio (PWR) terbaik dikelasnya.

Baca juga: Yamaha rilis Xmax dan Aerox edisi khusus

Baca juga: Yamaha ungkap lima motor baru bercorak MotoGP, apa saja?
Yamaha All New Aerox di Sentul Karting, Jawa Barat. (ANTARA/Istimewa)


Dengan tenaga yang dihasilkan, All New Yamaha Aerox 155 Connected mampu melibas Karting Sentul sebanyak lima putaran dengan waktu terbaiknya, yakni 4 menit.

Meski demikian, banyak yang mempertanyakan kenapa Aerox anyar itu tidak memakai disc brake untuk rem belakang, melainkan mempertahankan drum brake (tromol) seperti model sebelumnya.

Manager Public Relation YIMM, Antonius Widiantoro meyakinkan bahwa kendaraan itu tetap aman dan nyaman digunakan meski tidak menggunakan pengereman cakram pada bagian belakang.

"Dengan tidak adanya cakram pada bagian belakang, tidak membuat lantas motor ini menjadi tidak aman. Motor ini juga sudah melalui berbagai pengetesan sehingga motor ini sangat aman meski tanpa cakram belakang," kata Anton, Selasa (10/11).

Alasan Yamaha tidak menanamkan rem cakram belakang pada Aerox baru juga untuk mencapai power weight ratio terbaik di kelasnya.

Motor itu memiliki kapasitas tangki bahan bakar 5,5 liter dengan ukuran bagasi lebih lapang.

All New Aerox 155 Connected / ABS dijual seharga Rp29 juta dan untuk All New Aerox 155 Connected seharga Rp25,5 juta Seluruhnya untuk OTR Jakarta.

Baca juga: Yamaha kenalkan Aerox-MX King versi "Doxou"

Baca juga: Yamaha perkuat karakter sporty Aerox dengan warna baru

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020