Jakarta (ANTARA News) - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan berupaya bertahan untuk tidak menaikkan harga jual sepeda motor di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang hari ini mencapai Rp15.230 per dolar AS.

Vice President Director Yamaha Indonesia, Dyonisius Beti, mengatakan pihaknya bertahan tidak menaikkan harga jual hingga akhir tahun 2018 berkat kinerja ekspor yang bisa memberikan "subsidi silang".

"Masih harga sama. Bertahan sampai sekuatnya, mungkin sampai tahun ini. Kita lihat nanti," kata Dyonisius Beti seusai peluncuran Yamaha R25 dan R3 di Kemayoran, Jakarta, Kamis.

"Kami beruntung punya banyak ekspor jadi bisa saling subsidi silang. Kami bisa imbangi dengan ekspor," kata dia.

Baca juga: Suzuki belum akan naikkan harga motor di tengah penguatan dolar

Dyonisius menjelaskan, ekspor Yamaha dalam bentuk utuh (CBU) ditargetkan mencapai 400ribu unit pada tahun ini. Sedangkan ekspor terurai (CKD-set) ditaksir mencapai 4,5 juta unit dari berbagai model.

"Modelnya campur-campur ya, antara NMax, Xmax, Jupiter MX King, Mio dan R25," katanya.

Lebih lanjut, ia menyatakan tidak ingin menaikkan harga karena akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

"Daya beli akan terpengaruh kalau naikkan harga...Jadi kami akan serap dulu (pelemahan rupiah terhadap dolar AS)," pungkas dia.

Baca juga: Alasan Kia bertahan tidak naikkan harga mobil

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018