Washington (ANTARA News) - Seluruh sepeda motor baru yang diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat (AS) akan menggunakan anti-lock braking system (ABS) dan electronic stability control (ESC) sebagai fitur standar, berdasakan rekomendasi Badan Keamanan Transportasi Federal AS (NTSB).

Pada Selasa (11/9), NTSB mengajukan rekomendasi kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya (NHTSA) yang memiliki wewenang untuk menerapkan peraturan keselamatan tersebut.

Kendati NHTSA tidak segera memberi jawaban, NTSB dalam pernyataannya menyampaikan bahwa dibutuhkan "pendekatan berbasis data, berdasarkan fakta" untuk keselamatan kendaraan dan mengambil tindakan sebagaimana diperlukan.

Dalam sesi dengar pendapat, NTSB mengatakan rem ABS sudah dipakai pada mobil penumpang AS sejak 2000, dan ESC digunakan sejak 2012. Sehingga sepeda motor dianggap tertinggal dalam mengadopsi teknologi keselamatan itu.

ABS membuat roda kendaraan tidak terkunci dan tergelincir dalam proses pengereman. Sedangkan ESC menahan laju roda memanfaatkan kombinasi tenaga mesin dan rem agar kendaraan tidak tergelincir, terutama di tikungan jalan.

Baca juga: Trump dukung ajakan boikot Harley-Davidson

NTSB memutuskan ESC perlu dikaji secara mendalam sebelum teknologi itu dijadikan fitur standar sepeda motor.

"Rem ABS meningkatkan kemungkinan mengendalikan sepeda motor dalam keadaan darurat," kata Kepala Divisi Penelitian Keselamatan NTSB Eric Emery dilansir USA Today.

Jika roda sepeda motor terkunci maka dapat menyebabkan "konsekuensi yang berbahaya atau bahkan fatal," katanya.

ABS diterapkan di Eropa mulai 2016 pada sepeda motor bermesin lebih dari 125 cc. Negara lain yang mempertimbangkan aturan itu adalah Australia, Jepang, China dan Brasil.

Baca juga: Vespa Sprint dan Primavera sudah pakai rem ABS

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018