Jakarta (ANTARA News) - BMW sedang mempertimbangkan membangun pabrik manufaktur kedua di Amerika Serikat (AS), yang dapat memproduksi mesin dan transmisi, ujar Chief Executive BMW Harald Krueger pada Selasa, tak lama setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump akan memberlakukan tarif pada mobil impor pada minggu depan.

Dilansir Reuters pada Rabu, BMW sedang mempertimbangkan perubahan operasi bisnis ke wilayah Amerika Serikat karena penjualan di wilayah tersebut dinilai terus bertumbuh, kata Krueger. 

BMW memiliki pabrik perakitan kendaraan di AS, tepatnya di South Carolina, dan berencana untuk membuka pabrik di Meksiko pada tahun depan, serta sedang mempertimbangkan perubahan skema saat ini terkait impor mesin dan transmisi.

Baca juga: BMW tambah 200 juta euro ekspansi pabrik di Leipzig

Baca juga: Pabrik BMW di Oxford akan memproduksi mobil listrik Mini


"Kami berada di kisaran di mana Anda dapat berpikir tentang lokasi kedua di Amerika Serikat," kata dia. 

Krueger dalam wawancara di Los Angeles Auto Show juga mengatakan dirinya mendukung rencana Perdana Menteri Inggris Theresa May terkait rencana Brexit saat ini untuk "menceraikan" Kerajaan Inggris dari Uni Eropa.

"Kompromi di atas meja adalah sesuatu yang dapat saya dukung dengan jelas," kata dia. "Mei adalah genderang dukungan untuk kesepakatan perceraian dengan Uni Eropa menjelang pemilihan 11 Desember di parlemen Inggris," tambahnya. 

Baca juga: All New BMW M2 Competition resmi diperkenalkan

Baca juga: BMW Seri 8 Convertible mulai diproduksi

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018