Jakarta (ANTARA) - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membidik kenaikan pembiayaan sektor otomotif sebesar lima hingga 10 persen pada 2019 menyusul pertumbuhan sebesar delapan persen pada produk pembiyaan sepeda motor dan tujuh persen pada produk pembiyaan mobil pada 2018.

"Peningkatan pembiayaan pada 2018 selain membantu pertumbuhan juga menjadi momentum transformasi kami yang terus berlanjut. Target kami secara total pada 2019,pertumbuhan lima hingga 10 persen," kata Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat.

Hafid menjelaskan total pembiayaan otomotif mencapai Rp38,2 triliun dengan komposisi 54 persen untuk produk pembiayaan sepeda motor, kemudian 44 persen untuk produk pembiyaan mobil dan dua persen untuk alat elektronik sepanjang 2018.

"Komposisi pinjaman ke konsumen untuk kredit mobil sebesar 52 persen, pembiayaan motor 47 persen, dan sisanya elektronik," ujarnya.

Hafid juga menjelaskan bahwa komposisi pembiayaan untuk kendaraan baru mendominasi sebesar 66,7 persen berbanding 33,3 persen untuk kendaraan bekas.

"Persentase pada kategori kenderaan baru dan bekas itu tidak ada perubahan yang signifikan karena tim yang mengerjakan produk sama-sama 'berlari kencang'," katanya.

Adira Finance juga telah menggelar RUPST yang menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku 2018, pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku 2018, dan mengesahkan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku 2018.

RUPST itu juga memutuskan pembyaran dividen tunai sebesar Rp908 miliar atau Rp908 per lembar saham, yang merupakan 50 persen dari Laba Bersih Perusahaan pada tahun buku 2018. Pembayaran dividen akan dilakukan pada tanggal 30 April 2019.

RUPST menyisihkan Rp18,2 miliar atau satu persen dari laba bersih dan menambah cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Terakhir, Perusahaan melaporkan penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap III Tahun 2018 senilai Rp 2,26 triliun, Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp 618 miliar, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap III Tahun 2019 sebesar Rp 214 miliar.

Setelah biaya penerbitan, dana hasil dari penerbitan obligasi itu digunakan untuk mendanai pembiayaan baru.
 

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019