Jakarta (ANTARA) - Hyundai telah meluncurkan varian baru dari keluarga Stargazer di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 Agustus lalu, dengan tambahan label "X" untuk nama mobil baru itu.

Tidak lama setelah GIIAS, Hyundai pun menggelar uji kendara bertajuk "Media Drive Experience: Unleash the X in You with Stargazer X" pada akhir Agustus dengan menempuh perjalanan dari Kota Yogyakarta menuju Surakarta dan kembali ke Kota Gudeg.

Dalam kesempatan itu, ANTARA mengendarai Stargazer X varian Prime. Rute pertama yang ditetapkan adalah Yogyakarta - Magelang, jalur yang memiliki karakter medan bervariasi, mulai dari jalan aspal yang mulus, landasan beton, hingga yang berbatu. Jalur ini juga lumayan menantang karena ada beberapa tanjakan tinggi dan turunan yang relatif curam.

Baca juga: Hyundai Indonesia puas dengan capaian Stargazer X selama GIIAS 2023

Destinasi pertama kami adalah restoran "Enam Langit" yang berjarak 56 km dari titik start di Yogyakarta. Menyelesaikan etape pertama ini, tak ada keluhan yang dialami bersama Stargazer X.

Hyundai Stargazer X pada saat dijui dari Yogyakarta menuju Surakarta. (ANTARA/Chairul Rohman)

Perjalanan sedikit menegangkan kami rasakan ketika mendekati titik pemberhentian pertama tersebut, setelah berkendara selama sekitar 1 jam. Beberapa tanjakan terjal kami temui dalam sesi ini, hingga Stargazer X terasa sedikit berat saat menanjak.

Namun itu segera bisa diatasi setelah kami mengaktifkan mode Sport pada fitur drive mode, yang membuat respons dan tenaga Stargazer X terasa bertambah dan dengan ringan mampu menaklukkan tanjakan demi tanjakan.

Menggunakan mode Sport dalam waktu yang cukup lama lantaran harus melewati tanjakan panjang tentu membuat konsumsi BBM Stargazer X menjadi lebih boros. Tapi, itu sudah menjadi konsekuensi, terlebih mobil ini memang menggunakan transmisi CVT.

Hyundai Stargazer X pada saat uji kendara dari Yogyakarta menuju Surakarta. (ANTARA/Chairul Rohman)

Baca juga: Sekilas perbedaan Stargazer dengan Stargazer X

Baca juga: Ioniq 5 batik meluncur tandai 50 tahun persahabatan Indonesia-Korea

​​​​​​Hyundai Stargazer X dibekali dengan mesin Smartstream G4FIII 1.5 MPI Inline 4 Cylinder DOHC dan sistem Intelligent Variable Transmission (IVT) yang memastikan performa maksimal dan efisien BBM ketika tidak banyak menggunakan mode Sport.

Dengan bekal mesin tersebut, mobil ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 113 hp pada putaran 6.300 rpm dengan torsi 143.8 Nm pada putaran 4.500 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan (FWD) dengan transmisi CVT.

Kendaraan ini juga memiliki empat mode berkendara yang dapat dipilih untuk menyesuaikan dengan rute yang kita lalui, yakni mode Eco, Comfort/Normal, Sport, serta Smart.
 

Fitur pintar

Stargazer X juga dilengkapi dengan fitur pintar bantuan mengemudi. Dalam perjalanan selanjutnya, misalnya ketika melewati Tol Semarang-Solo dari Gerbang Tol Salatiga, ANTARA mencoba fitur Cruise Control.

Pengujian ini sengaja kami lakukan di jalur bebas hambatan, dengan situasi yang cukup sepi dan juga tidak menyalahi aturan batas kecepatan yang sudah disesuaikan yakni 80km/jam. Dengan menggunakan fitur ini, kami dimudahkan dalam mengendalikan pedal gas.

Kenyamanan menggunakan fitur Cruise Control makin terasa karena dukungan Hyundai SmartSense, yang secara pintar membaca garis di jalur jalan tol sehingga Stargazer X secara otomatis dan konsisten berada di jalurnya.

Dengan mengaktifkan Cruise Control, pengendara bisa rileks sejenak di jalan bebas hambatan karena Stargazer X bisa melaju secara otonom, dan akan ada peringatan untuk pengemudi ketika sudah terlalu lama melepas stir kemudi. Peringatan ini cukup bagus demi keamanan berkendara karena bagaimanapun Anda sedang berkendara bukan rileks untuk tidur.

Peringatan itu menandai bahwa pengemudi tidak diperbolehkan untuk mempercayakan perjalanannya kepada kendaraan sepenuhnya. Dalam segala hal kendaraan masih membutuhkan campur tangan pengemudi.

Baca juga: Alasan Hyundai segarkan Stargazer dengan label X di belakangnya

Fitur pintar lain terasa sangat membantu dalam berkendara jarak jauh dengan Stargazer X adalah Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA), yang membantu pengemudi ketika akan berpindah jalur, menyalip atau berbelok.

Ruang kabin

Secara sekilas, Stargazer berlabel X ini tidak memiliki banyak perbedaan dari varian sebelumnya. Hanya saja, Stargazer X varian Prime ini sudah ditambahi dengan sistem audio Bose delapan speaker.

Sisi kenyamanan juga ditunjang hadirnya layar 4,2 inci TFT LCD Cluster dan Touch Display Audio 8 inci dengan USB Multimedia Port, Bluetooth, serta Wireless Phone Connectivity untuk Android Auto dan Apple Carplay. Sehingga perjalan berhari-hari dengan kendaraan ini tidak begitu membosankan.

Hyundai Stargazer X pada saat dijui dari Yogyakarta menuju Surakarta. (ANTARA/Chairul Rohman)

Pada saat hanya menjadi penumpang di perjalanan berikutnya, kesan lapang terasa pada kendaraan ini. Meski dengan tinggi badan 176 cm, kami masih merasa cukup nyaman untuk menjadi penumpang di bangku depan dan juga belakang baris kedua.

Sayangnya kami tidak mencoba duduk di bangku baris ketiga lantaran penuh dengan barang-barang perbekalan. Hyundai mengklaim bahwa bagasi dari kendaraan ini berkapasitas kurang lebih mencapai 585 liter.

Baca juga: Hyundai Mobis pasok suku cadang kendaraan listrik ke Volkswagen

Baca juga: Hyundai siap memenuhi TKDN 60 persen pada 2024

 

 

Tampilan luar

Pada bagian luar, kendaraan ini juga menyajikan berbagai pembaharuan seperti penggunaan velg yang lebih besar dari yang sebelumnya. Stargazer X hadir dengan velg berukuran 17 inci diamond-cut alloy dan roda 205/50.

Lingkar ban yang lumayan besar mendukung ground clearence kendaraan ini juga semakin meningkat menjadi 200mm. Dengan peningkatan 50 mm dari yang sebelumnya, mobil ini aman untuk melalui kondisi jalur yang berbatu dan profil jalan yang tidak rata.

Baca juga: Penjualan Hyundai meningkat 3,2 persen pada Agustus ditopang model SUV

“Kalau bicara keras, saya bilangnya itu firm. Firm itu lebih ke karena profil ban itu menjadi lebih kecil nah biasanya kalau ban dengan profil yang kecil, kekuatan dinding profile-nya itu memang dibuat lebih keras dibandingkan ban dengan profile yang lebih tebal 60, 65, 70,” kata Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia Bonar Pakpahan dalam kegiatan uji coba Hyundai Stargazer X beberapa waktu yang lalu.

“Nah mungkin kalau misalnya bantingannya agak sedikit lebih keras efek yang terbesar itu datangnya dari situ bukan dari karakter suspensi,” tambah dia.

Dimensi untuk varian terbaru ini juga sudah ditingkatkan. Hyundai varian sebelumnya memiliki dimensi panjang 4.460 mm, lebar 1.780 mm, tinggi 1.695 mm, serta ground clearance 195 mm.

Hyundai Stargazer X pada saat dijui dari Yogyakarta menuju Surakarta. (ANTARA/Chairul Rohman)

Untuk Stargazer X hadir dengan panjang 4.495 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.710 mm, dan ground clearance 200 mm.

Jika kita melihat tampilan kendaraan ini, terlihat jelas bahwa ada perubahan pada bumper, grill, kap mesin, hingga over fender dibanding Hyundai Stargazer generasi sebelumnya.
 

Kesimpulan

Hyundai Stargazer X layak untuk konsumen yang hendak mencari kendaraan yang digunakan di berbagai medan. Dengan bagasi yang lapang, dimensi yang cukup lebar, dan ground clearence yang jangkung membuat kendaraan ini dapat melibas berbagai kondisi jalan yang ada di Indonesia.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah bahwa kendaraan ini sudah dilengkapi sejumlah fitur canggih yang membantu pengemudi. Dan, harga Rp325,6 juta untuk varian X Style serta Rp336,2 untuk Prime cukup "worthed" dibanding kendaraan lain di kelasnya.

Baca juga: Penjualan kendaraan Hyundai dan Kia naik 6 persen di AS pada Agustus

Baca juga: Hyundai luncurkan Ioniq 5 N, model kendaraan listrik pertama merek N

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2023