Jakarta (ANTARA) - Executive Vice President MMC Hiroshi Nagaoka membenarkan bahwa Mitsubishi XForce masih menggunakan mesin yang digunakan oleh Mitsubishi Xpander.

Hal itu dikarenakan Xpander memiliki reputasi yang begitu positif di pasar Asia, dan juga tentunya di pasar otomotif Indonesia sejak diluncurkan pada 2017 lalu.

“Karena kami fokus pada pasar penjualan, dan Xpander punya reputasi yang bagus di negara Asia terutama di Indonesia, jadi tidak perlu diragukan untuk memanfaatkan platform Xpander untuk model selanjutnya,” kata THiroshi Nagaoka di ICE BSD, Tangerang, Kamis (10/8).

Baca juga: MMKSI targetkan XForce terjual 10 ribu hingga akhir tahun 2023

Menurut Nagaoka, mesin yang digunakan oleh XForce ini mengalami berbagai perubahan yang sudah disesuaikan dengan keadaan masa kini guna memberikan kenyamanan pemiliknya nanti.

Perusahaan berlogo tiga berlian itu tidak mengubah bagian transmisi. Meski begitu, engine dari kendaraan ini sudah sangat berbeda terlebih pada bagian torsi puncaknya serta CVT juga mengalami sedikit perubahan dari yang dimiliki oleh Xpander.

“Torsi puncaknya itu sudah sangat terasa berbeda dan sangat berguna di perkotaan. CVT ada perubahan di mana perubahan pattern transmisi agar bisa memberikan driving feeling yang bisa memberikan pengalaman SUV,” jelas dia.

Mitsubishi XForce yang baru meluncur di GIIAS 2023. (ANTARA/Chairul Rohman)

Baca juga: Mitsubishi XForce meluncur di GIIAS 2023, harga mulai Rp379 jutaan

Untuk semakin memberikan kesan SUV pada kendaraan ini, insinyur dari Mitsubishi juga sudah memberikan perubahan pada suspensi yang berada di bagian depan dan belakang serta ukuran ban yang lebih besar agar lebih kokoh.

“Jadi hal itu sangat berbeda dengan platform Xpander. Apalagi faktanya platform Xpander itu memang sangat bagus jadi tidak banyak yang perlu diubah atau ditingkatkan lagi,” tegas dia.

Tidak hanya fokus pada akselerasi yang dihasilkan, mobil ini juga diyakini dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya saat menjadi pengemudi dan juga penumpang.

Berkat kerja sama yang dilakukan oleh dua perusahaan Jepang ini, yakni Mitsubishi dan Yamaha menghasilkan sound system yang diklaim memberikan kesan yang berbeda dengan pabrikan otomotif lainnya.

Bukan tanpa alasan Mitsubishi mengajak Yamaha untuk bekerja sama, salah satu yang diyakini oleh Mitsubishi adalah Yamaha memiliki reputasi yang cukup positif dan juga teknologi terbaik.

Mitsubishi XForce yang baru meluncur di GIIAS 2023. (ANTARA/Chairul Rohman)

“Perbedaan Yamaha dengan perusahaan teknologi audio lainnya adalah, Yamaha memproduksi instrumen musik. Melalui instrument musik, Yamaha jadi mengerti sisi audio dan karakteristiknya,” ucap dia.

“Yamaha selalu mempertimbangkan keinginan penyanyi untuk bisa didengarkan oleh pendengarnya seperti apa, melalui instrument musik yang mereka mainkan,” tambah dia.

Dia meyakini bahwa kerja sama antar keduanya ini akan terus dilakukan untuk model-model selanjutnya yang diproduksi oleh Mitsubishi

Mitsubishi XForce yang baru meluncur di GIIAS 2023. (ANTARA/Chairul Rohman)

Di Indonesia, Mitsubishi XForce hadir dengan dua varian seperti Ultimate CVT dan juga Exceed CVT. Untuk varian Ultimate CVT dibanderol dengan harga Rp412.900.000 dengan warna Graphite Gray Metallic, Energetic Yellow, Quartz White Pearl, Jet Black Mica, Blade Silver, Red Metallic.

Sedangkan untuk Exceed CVT dibanderol dengan harga Rp379.000.000 dengan pilihan warna Graphite Gray Metallic, Energetic Yellow, Quartz White Pearl, Jet Black Mica, Blade Silver, Red Metallic.

Baca juga: Neta resmi sapa pasar otomotif Indonesia dengan tiga “line up”

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2023