Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Rivian Automotive Inc akan menunda pengiriman truk pikap listrik dan kendaraan sport dengan baterai besar hingga 2023, kata Kepala Eksekutif RJ Scaringe, dikutip dari Reuters, Rabu.

Scaringe mengatakan sebagian besar dari sekitar 71 ribu prapemesanan (preorder) Rivian untuk truk pikap R1T dan SUV R1S di Amerika Serikat dan Kanada adalah untuk versi kendaraan dengan opsi paket baterai kecil, yang menyediakan jangkauan 314 mil dengan sekali pengisian daya.

"Untuk melayani jumlah pemegang preorder terbesar, kami akan memprioritaskan membangun Paket Adventure dengan baterai paket besar selama tahun depan," kata Scaringe.

Setelah pembuat kendaraan listrik melaporkan hasil kuartalan pertamanya sebagai perusahaan terdaftar awal bulan ini, Scaringe telah menguraikan tantangan produksi dengan mengutip kendala rantai pasokan global, pandemi COVID-19, pasar tenaga kerja yang ketat, dan masalah jangka pendek seputar pembuatan modul baterai listrik.

Rivian telah mengirimkan 386 dari 652 kendaraan yang dibuatnya, termasuk pikap dan SUV.

Paket baterai yang lebih besar, yang disebut paket Max, diharapkan memberikan jarak tempuh 400 mil dengan sekali pengisian daya. Hanya 20 persen dari preorder untuk paket Max.

Rivian mengatakan bahwa pada awal 2022 akan memperkenalkan fitur untuk pelanggan di akun Rivian mereka yang akan menampilkan perkiraan waktu pengiriman mereka saat ini.


Baca juga: Valuasi Rivian bisa dekati Honda Motor jelang IPO di AS

Baca juga: Rivian berencana bangun pabrik baterai sendiri

Baca juga: Rivian R1T akhirnya masuk dapur produksi
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021