Fitur
 
Tampilan helm pintar OASE Rider (ANTARA/Fathur Rochman)


Helm pintar "OASE" Rider hadir dengan teknologi dan fitur terkini, dilengkapi built-in mic maupun speaker surround, bluetooth 5.0, dan juga memiliki fungsi radio serta menerima panggilan.

Pengendara bisa menghubungkan helm dengan ponsel pintar via sambungan bluetooth. Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup menekan tombol power yang disematkan pada bagian dalam atas OASE Rider selama lima detik hingga terdengar nada perintah.

Awalnya, lampu indikator akan berkedip berwarna biru merah. Ketika bluetooth helm telah tersambung dengan ponsel pintar, yang ditandai dengan munculnya nada perintah, lampu indikator akan berkedip menjadi biru.

Terdapat sejumlah fitur menyenangkan yang bisa dinikmati ketika menggunakan helm pintar OASE Rider, mulai dari menjawab atau menolak panggilan telepon, mendengarkan musik, hingga menerima arahan navigasi.

Sebelum mulai menggunakan fitur tersebut, aktifkan terlebih dulu sensor dengan cara menyentuh dan menahan pada sisi kiri dan kanan helm selama sekitar lima detik.

Saat sudah terhubung, seperti halnya TWS atau wireless earphone, semua konektiviktas yang berhubungan dengan audio akan langsung terhubung ke helm yang belum water resistance, tetapi diklaim tetap aman digunakan sehari-hari tersebut.

Untuk menjawab atau menutup panggilan telepon, pengguna cukup menyentuh satu kali sensor yang terletak pada sisi kiri helm. Sementara untuk menolak panggilan, sensor sebelah kiri disentuh agak lama.

Cara serupa juga digunakan saat ingin mendengarkan musik. Untuk memulai atau menghentikan musik, pengguna hanya perlu sekali menyentuh sensor sebelah kiri.

Ketika ingin beralih ke musik selanjutnya, sentuh sekali sensor sebelah kanan. Sedangkan saat ingin mendengarkan musik sebelumnya, sensor di sisi kanan disentuh sebanyak dua kali.
Tampilan helm pintar OASE Rider (ANTARA/Fathur Rochman)


Untuk menaikkan volume, sentuh dan tahan sensor pada bagian kiri. Lakukan cara yang sama di sisi sensor sebelah kanan untuk menurunkan volume.

Helm pintar OASE Rider juga bisa digunakan untuk mendengarkan arahan navigasi ketika berkendara. Pengguna hanya perlu mulai menjalankan perintah navigasi pada aplikasi peta jalan di ponsel pintar. Audio navigasi akan langsung tersambung dengan helm.

Penggunaan helm

Nyaman, adalah hal pertama yang dirasakan saat pertama kali memakai helm pintar OASE Rider. Helm tersebut mendekap kepala dengan pas, ditopang dengan busa lembut yang terpasang di sisi dalam.

Saat digunakan dalam waktu yang relatif lama, rasa pegal maupun lelah tidak terlalu terasa, hal itu nampaknya didukung oleh bobot helm yang relatif ringan, yakni 1,28 kg.

Visor atau kaca utama terasa cukup baik menghalau paparan cahaya saat berkendara di siang maupun malam hari. Ventilasi udara yang tersemat pada sisi depan helm turut membantu memberi kesejukan di area kepala.

Beralih ke pengaplikasian fitur, sensor helm pintar OASE Rider dirasa berfungsi dengan baik. Acungan jempol layak diberikan untuk kinerja sensor yang responsif memproses berbagai perintah sentuhan yang diberikan.

Bagi yang baru pertama kali menggunakan OASE Rider, mungkin perlu sedikit beradaptasi mencari letak sensor karena tidak adanya penanda fisik yang tersemat pada sisi kiri maupun kanan helm.

Tidak ada kendala berarti saat menggunakan fitur panggilan telepon, pun ketika mendengarkan musik maupun menerima arah navigasi. Semua terasa mudah dan berfungsi dengan baik.
Tampilan helm pintar OASE Rider (ANTARA/Fathur Rochman)


Namun, ketika Antara mencoba melakukan panggilan telepon melalui aplikasi perpesanan WhatsApp di ponsel pintar Android, sensor tidak merespon perintah untuk menjawab maupun menolak panggilan tersebut.

OASE menyatakan sensor bisa berfungsi menjawab atau menolak panggilan dari aplikasi pihak ketiga untuk perangkat iOS.

Ada satu hal lain yang dirasa kurang efisien ketika menggunakan helm ini. Saat menerima panggilan, nada perintah akan membacakan satu persatu deret angka dari nomor telepon yang masuk, alih-alih menyebutkan nama yang tersimpan dalam kontak telepon.

Tentu lebih menyenangkan ketika nada perintah menyebutkan langsung nama kontak yang tersimpan ketimbang membacakan deret nomor telepon, sehingga pengguna dapat langsung mengetahui siapa yang melakukan panggilan.

Bicara mengenai kualitas audio, speaker pada helm pintar ini menghasilkan suara yang cukup nyaman didengar telinga.

OASE menyebut helm yang mereka produksi memiliki fitur anti-noise. Hal tersebut nampaknya benar adanya karena audio yang dihasilkan terasa masih terdengar jelas meski di tengah kondisi jalan raya yang cukup bising.

Helm pintar OASE Rider menyediakan port charging micro USB yang terletak di samping tombol power untuk mengisi daya baterai berkapasitas 1.000 mAh. Adapun durasi pengisian baterai sekitar 2,5 jam.
Tampilan helm pintar OASE Rider (ANTARA/Fathur Rochman)


Baterai tersebut tergolong irit. Ketika helm digunakan berkendara selama sekitar satu jam sambil difungsikan untuk memutar musik, daya baterai hanya berkurang 10 persen.

Secara keseluruhan, helm pintar OASE Rider sangat layak dipertimbangkan untuk dimiliki, terutama bagi pengendara sepeda motor yang gemar mendengarkan musik atau kerap menerima panggilan telepon selama dalam perjalanan.

Meski terdapat sejumlah hal yang dirasa perlu ditingkatkan, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba merasakan pengalaman baru berkendara menggunakan helm pintar yang dibanderol di kisaran harga Rp799 ribu tersebut.

Baca juga: OASE rilis helm pintar Rider untuk kemudahan navigasi berkendara

Baca juga: Cokelat luncurkan "merchandise" helm

Baca juga: Cara mengenali helm Cargloss palsu
Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021