Jakarta (ANTARA News) - Produsen mobil asal Jepang Nissan Motor Co akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sekitar 1.000 pekerja mereka di Meksiko yang berada di dua pabrik, mengutip "kondisi pasar yang menantang," perusahaan mengatakan pada hari Kamis (20/12).

Dilansir Reuters, Jumat, PHK akan dilakukan di fasilitas manufaktur Nissan di Cuernavaca dan Aguascalientes. Perusahaan masih menentukan bagaimana mekanisme PHK akan dilakukan di dua pabrik tersebut, tetapi beberapa orang sudah terkena dampaknya di pabrik Aguascalientes, kata Herman Morfin, juru bicara Nissan Meksiko kepada Reuters.

Dalam email terpisah, Brian Brockman, direktur komunikasi perusahaan Nissan, menulis bahwa Nissan akan menyesuaikan tingkat produksinya "sebagai tanggapan terhadap kondisi pasar yang menantang di Meksiko."

Nissan menghubungkan keputusannya dengan "penurunan yang diderita oleh industri otomotif Meksiko," didorong oleh peningkatan biaya bahan baku dan sejumlah faktor lainnya.

Baca juga: Nissan umumkan perubahan manajemen senior di Amerika Utara

Baca juga: Cuma 50 unit di dunia, Nissan siap produksi GT-R50


Pada bulan Mei, pembuat mobil asal Jepang itu mengatakan akan mengurangi produksi kendaraan hingga 20 persen di Amerika Utara.

Keputusan itu merupakan respons terhadap profitabilitas perusahaan yang menurun di Amerika Serikat, pasar mobil terbesar kedua di dunia dan pasar teratas Nissan untuk penjualan.

Pembuat mobil Jepang telah bergulat dengan penjualan sedan yang lemah di Amerika Serikat karena kendaraan yang lebih besar seperti truk pickup dan kendaraan SUV semakin populer. 

Penjualan Nissan dari Versa sedan turun 30,7 persen dari Januari hingga November, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan kendaraan Nissan di Amerika Utara merosot 8,4 persen selama kuartal kedua.

Baca juga: Bos Nissan akhirnya bertemu dengan pimpinan Renault

Baca juga: Nissan siapkan GT-R edisi khusus Naomi Osaka, cuma 50 unit
Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018