Tokyo (ANTARA News) - Nissan dikabarkan tersandung masalah inspeksi atau pemeriksaan akhir pada pengujian kendaraan baru, yang menjadi pukulan tambahan setelah mantan pimpinan Carlos Ghosn ditangkap di Jepang, menurut warta surat kabar Jepang dilansir yang AFP, Kamis (6/12).

Isu terbaru itu terungkap setelah pejabat kementerian transportasi melakukan inspeksi ke pabrik perakitan utama Nissan, menurut harian bisnis Nikkei.

Beberapa karyawan mengaku melakukan tes "yang tidak tepat" pada rem dan sistem lain sebelum pengiriman kendaraan, kata surat kabar itu, tanpa menyebutkan berapa banyak mobil yang terdampak.

Baca juga: Jika terbukti bersalah, Carlos Ghosn terancam 10 tahun penjara

Atas kasus ini, Nissan berencana membuat pengumuman pada bulan ini dan mempertimbangkan penarikan kembali (recall) pada kendaraan yang terdampak akibat inspeksi yang tidak benar itu.

Kendati demikian, Nissan belum memberikan komentar atas masalah ini.

Nissan pernah menarik lebih dari satu juta unit kendaraan pada tahun lalu karena masalah inspeksi akhir pada model-model yang dijual untuk pasar domestik, sebelum dikirimkan ke diler.

Jika masalah ini terkonfirmasi, maka Nissan diguncang dua masalah sekaligus setelah Ghosn ditangkap pada 19 November atas tuduhan mengurangi jumlah pendapatan dalam laporan keuangan selama lima tahun belakangan, demikian AFP.

Baca juga: Nissan-Renault-Mitsubishi rilis pernyataan bersama kuatkan aliansi

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018