Jakarta (ANTARA News) - Distributor kendaraan resmi Mitsubishi di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menatap tahun fiskal 2017 (April 2017 - Maret 2018) secara ambisius dengan membidik volume penjualan mencapai 91.000 unit sepanjang periode tersebut.

Angka tersebut melonjak jauh dari target Mitsubishi pada tahun fiskal 2016 (April 2016 - Maret 2017) yang dipatok di tingkat 65.100 unit sepanjang periode tersebut.

Pasalnya, menurut Kepala Grup Penjualan dan Pemasaran MMC KTB, Imam Choeru Cahya, kondisin ekonomi Indonesia sudah cukup membaik sehingga cukup mendujung untuk target optimistis tersebut.

"Selain itu tahun ini kami juga memasuki ceruk pasar terbesar dengan kehadiran Small MPV," kata Imam dalam temu media tahunan di Jakarta, Kamis.

Small MPV menjadi salah satu dari tiga produk baru yang rencananya akan diperkenalkan pada tahun fiskal 2017, bersama Pajero Sport produksi lokal dan Triton Single Cab 4x2 Hi-Rider.

Dari target tersebut, Small MPV dan Pajero Sport diyakini akan menjadi kontributor utama dari penjualan Mitsubishi di Indonesia dari lini kendaraan penumpang pada tahun fiskal 2017 dengan target masing-masing 21.000 unit atau sekira 20 persen dari total target.

Sementara itu untuk Outlander Sport diharapkan menyumbangkan penjualan 1.300 unit, Mirage 1.800 unit, Delica 300 unit, Triton 8.200 unit, L300 24.000 unit dan T120SS 13.400 unit.

Sembilan persen di ambang pencapaian target 2016 Imam mengungkapkan untuk penjualan tahun fiskal 2016, sudah tercapai 91 persen dari target yang ditetapkan hingga Februari 2017.

Dengan demikian, menyisakan satu bukan aktivitas bisnis Maret 2017 diyakini mampu memenuhi target penjualan mereka pada tahun fiskal 2016.

Sedangkan, jika dilihat dari penjualan versi sepanjang tahun 2016 (Januari - Desember) Pajero Sport mencapai 19.124 unit, Mirage 3.220 unit, Outlander Sport 1.683 unit, Delica 310 unit untuk kendaraan penumpang.

Di sisi LCV pada periode yang sama terjual 6.734 unit Triton, 21.457 unit L300 dan 14.648 unit T120SS.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017