Jakarta (ANTARA) - Elon Musk terus melakukan pemangkasan lebih dalam di Tesla, di mana perusahaan kembali mengirimkan pemberitahuan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Minggu (5/5) malam waktu setempat. 

Pemangkasan terbaru ini berarti bahwa karyawan di perusahaan tersebut memasuki minggu keempat berturut-turut dalam pemberitahuan PHK.

Business Insider, pada Senin (6/5) waktu setempat melaporkan, empat pekerja mengatakan bahwa manajer mereka memberi tahu tentang PHK tambahan untuk tim mereka pada hari Senin pagi.

Selain itu, beberapa pekerja Tesla menggunakan LinkedIn untuk mengatakan bahwa mereka telah menerima pemberitahuan PHK selama akhir pekan.

Baca juga: China terbitkan daftar mobil pintar yang aman data

“Setelah melihat tim saya secara bertahap berkurang dari minggu ke minggu sejak pertengahan April, saya menerima email ‘Halo Karyawan’ yang ditakuti pada hari Minggu sore ini,” tulis seorang pekerja Tesla di LinkedIn.

Pekerja lain membagikan tangkapan layar email PHK-nya di LinkedIn yang menunjukkan bahwa hari terakhirnya bekerja adalah tanggal 5 Mei.

Para pekerja di perusahaan mobil listrik tersebut sebelumnya mengatakan bahwa gelombang pemberitahuan PHK yang terus-menerus telah membuat mereka gelisah, dan banyak dari mereka yang mencari peluang di luar perusahaan.

“Saya terus menunggu Elon mengirim email lagi dan memberi tahu kami bahwa mereka akhirnya selesai memecat orang. Kami membutuhkan kepastian atau tanda bahwa kami bisa berhenti khawatir kehilangan pekerjaan” kata salah satu pekerja Tesla, yang tidak mau disebutkan namanya.

Sejak Elon Musk pertama kali mengumumkan bahwa Tesla memangkas lebih dari 10 persen tenaga kerjanya pada 14 April, para pekerja terus menerima pemberitahuan PHK secara bertahap.

Baca juga: Tesla akan PHK hampir 2.700 karyawan di pabriknya di Texas, AS

Pada saat itu, Musk mengatakan pemangkasan tersebut disebabkan oleh “duplikasi peran dan fungsi pekerjaan di bidang-bidang tertentu,” menurut tangkapan layar dari email April lalu.

Dalam beberapa jam setelah memo itu tersebar, perusahaan mulai memberi tahu karyawan yang terkena dampak bahwa mereka telah dipecat. Namun, beberapa karyawan tidak mengetahui bahwa peran mereka telah dihilangkan sampai mereka mencoba masuk ke fasilitas Tesla.

Pada minggu-minggu berikutnya, pengurangan tenaga kerja Tesla telah menghantam tim yang berbeda, mulai dari perekrut dan tim pemasaran hingga tim Supercharging Tesla.

Musk dilaporkan mengatakan kepada para eksekutif minggu lalu bahwa perusahaan harus “benar-benar keras dalam hal jumlah karyawan.”

Setidaknya enam eksekutif telah meninggalkan perusahaan selama sebulan terakhir.

Pada hari yang sama Tesla mengumumkan pemangkasan tahap awal, dua eksekutif mengundurkan diri dari perusahaan. SVP powertrain dan teknik kelistrikan Drew Baglino dan VP kebijakan publik dan pengembangan bisnis Rohan Patel mengatakan di X bahwa mereka telah meninggalkan Tesla pada Minggu.

Pada saat itu, Patel mengatakan bahwa ia memutuskan untuk keluar karena adanya “perubahan besar secara keseluruhan” di Tesla. Perombakan tersebut membuat Musk mengawasi 35 bawahan langsung.

Menjelang pemangkasan tersebut, Tesla mempekerjakan lebih dari 140 ribu pekerja di seluruh dunia. Pemberitahuan yang diajukan Tesla melalui Undang-Undang Penyesuaian Pekerja dan Pemberitahuan Pelatihan Ulang menunjukkan bahwa perusahaan telah memberhentikan ribuan pekerja di lokasi-lokasi mereka di California dan Texas, Amerika Serikat.

Putaran PHK baru-baru ini terjadi pada saat Tesla menghadapi permintaan yang lebih lambat untuk mobil listriknya. Produsen mobil ini melaporkan jumlah pengiriman yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan April.

Baca juga: Prestige Motorcars hadirkan New Tesla Model 3 Highland

Baca juga: Xpeng berjaya di daratan Eropa kalahkan Tesla

Baca juga: Jubir: kunjungan Elon Musk tunjukkan kualitas lingkungan bisnis China

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024