Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif Tiongkok, Chery, hampir mencapai kesepakatan untuk mulai membuat mobil di Spanyol, tempat produksi pertamanya di Eropa, kata pemerintah Spanyol dan negosiator utama EV Motors, dikutip Automotive News, Selasa (9/4).

Kementerian Perindustrian setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka meyakini kesepakatan untuk memulai produksi di Barcelona akan diresmikan dalam beberapa hari mendatang.

Kesepakatan itu muncul setelah delegasi Spanyol mengadakan pembicaraan positif dengan Chery minggu ini di China, kata juru bicara EV Motors yang berbasis di Barcelona.

Pembicaraan difokuskan pada Chery untuk memproduksi kendaraan di pabrik yang ditutup Nissan pada tahun 2021, membantu memulihkan sebagian dari 1.600 pekerjaan langsung yang hilang sebagai akibatnya.

Pemerintah daerah Catalonia mengatakan bahwa pejabat bisnis seniornya diagendakan melakukan perjalanan ke China pada Rabu (10/4) untuk bertemu dengan para eksekutif Chery.

Kementerian Perindustrian menolak untuk mengatakan apakah Spanyol telah menawarkan bantuan publik kepada Chery.

Baca juga: Chery Omoda E5 2024 targetkan jadi mobil listrik terlaris di Australia

Baca juga: Mobil listrik pertama Chery di Indonesia terjual lebih dari 2.400 unit

Spanyol akan membuka dua tender tahun ini bagi perusahaan untuk meminta total 1,7 miliar Euro (sekitar Rp29 triliun) dalam bentuk pinjaman dan hibah untuk produksi kendaraan listrik di bawah apa yang disebut skema insentif “PERTE” yang menggunakan dana bantuan pandemi Uni Eropa.

Pabrik utama Nissan di Barcelona sebagian diserahkan kepada produsen sepeda motor listrik Spanyol, Silence, dan grup teknik lokal QEV dan EV Motors, yang berencana mengubahnya menjadi pusat kendaraan listrik.

EV Motors mengakuisisi kendali penuh perusahaan atas hub tersebut pada bulan Maret, dan telah memainkan peran kunci dalam pembicaraan dengan Chery karena akan beroperasi di bawah payung hub tersebut.

EV Motors juga berencana untuk memproduksi pikap dan van listrik di bawah merek Ebro, yang dapat melibatkan potensi produksi dan kesepakatan komersial dengan Chery.

Chery adalah salah satu dari beberapa produsen mobil China yang membawa kendaraan berbiaya rendah, sebagian besar listrik, ke Eropa. Perusahaan ini mulai menjual mobil di Spanyol awal tahun ini.

BYD dari China sedang membangun pabrik mobil penumpang Eropa pertamanya di Hungaria.

Maret lalu, Pemerintah Italia mengadakan pembicaraan dengan Chery sebagai bagian dari upaya untuk menarik produsen mobil besar lainnya ke negara itu selain grup multinasional Stellantis.

Chery tetap melakukan kontak dengan pihak berwenang Italia tetapi hanya menerima sedikit umpan balik, kata sumber industri yang tidak ingin disebutkan namanya dan mengkonfirmasi bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan Spanyol.

Pasar mobil listrik sedang bergulat dengan perang harga yang agresif dan ketegangan perdagangan antara China dan Uni Eropa, yang sedang menyelidiki apakah produsen mobil listrik China mendapatkan keuntungan dari subsidi pemerintah yang tidak adil.

Membangun kapasitas produksi di Italia atau Spanyol, di mana penjualan mobil listrik relatif rendah, akan sesuai dengan strategi Chery untuk menjual campuran mesin pembakaran internal, hibrida, dan mobil listrik penuh.

Baca juga: Chery luncurkan mobil baru TIGGO 5X di pasar Indonesia

Baca juga: Chery siapkan tiga SUV baru untuk pasar Eropa

Baca juga: Chery bakal memakai nikel untuk baterai mobil listrik selanjutnya

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024