Jakarta (ANTARA) - Toyota Land Cruiser versi listrik, yakni Land Cruiser SE diprediksi akan hadir di tahun 2026 dengan teknologi baterai canggih yang mampu menembus jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (km).

Pertama kali dipamerkan di ajang Japan Mobility Show, Tokyo, Jepang, akhir 2024 lalu, Land Cruiser SE diperkirakan akan berukuran lebih besar dan lebih fokus pada kenyamanan daripada Land Cruiser seri J250 (Prado) yang akan hadir di Amerika Utara.
 

Mobil ini juga akan menggunakan teknologi canggih, seperti sel prismatik Toyota, yang menjanjikan biaya produksi yang lebih murah, dan lebih padat energi dibandingkan teknologi baterai yang ada saat ini.

Baca juga: Land Cruiser Se dikenalkan di Tokyo hingga pengganti agen 007
 

Kombinasi teknologi dan kemewahan
model ini dapat menjadikannya produk yang ideal untuk diluncurkan pada ulang tahun ke-75 Land Cruiser pada tahun 2026, sebagaimana dilaporkan Autocar yang disiarkan laman Carscoops, Minggu.
 

Dua tahun kemudian, baterai dengan performa yang lebih tinggi dapat diperkenalkan, yang dapat mendorong jarak tempuh hingga 621 mil (1.000 km) per pengisian daya.
 

Toyota juga berencana untuk memperluas jajaran Land Cruiser dan menjadikannya merek tersendiri (sub-brand), berkat penambahan dua model listrik baru yang akan segera dijual.
 

Meskipun tidak akan berfokus pada off-road seperti J250 Land Cruiser Prado, Toyota akan memastikan bahwa Land Cruiser SE memberikan pengendalian yang sangat “bertanggung jawab" saat berada di jalan setapak. Torsi yang besar dari motor listrik akan membuatnya mampu mendaki bukit atau melintasi parit.

Baca juga: Toyota kenalkan Land Cruiser BEV hingga mobil luar angkasa di JMS 2023

Model ini diharapkan memiliki ukuran yang mirip dengan mobil BEV (Baterry Electric Vehicle) pertama Toyota, yakni bZ4X, namun akan lebih fokus pada gaya dan utilitas.
 

Land Cruiser SE dapat bersaing dengan mobil-mobil seperti Land Rover Defender dan G-Class kecil dari Mercedes, dua mobil listrik yang akan memadukan proporsi yang ringkas dengan tampilan yang tangguh.
 

Seperti bZ4X, mobil ini diharapkan akan didasarkan pada arsitektur E-TNGA. Saat ini, platform tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 214 hp (160 kW/217 PS) dan memiliki baterai 71,4 kWh yang dapat membawa kendaraan hingga 259 mil (417 km) per pengisian daya.
 

Laporan sebelumnya dari Jepang mengindikasikan bahwa, selain varian baterai listrik, ada juga rencana potensial untuk versi pembakaran internal dan hibrida dari SUV yang sedang dikembangkan.
 

Bagaimanapun, tujuan utama model ini adalah untuk membuat jajaran Land Cruiser yang berkembang menjadi lebih terjangkau, dan dapat dijangkau oleh lebih banyak orang di seluruh dunia, menurut Toyota.

Baca juga: Land Cruiser mungkin dapatkan PHEV, Hidrogen, Dan EV di masa depan
 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024