Jakarta (ANTARA) - Polestar harus mengeluarkan instruksi penarikan untuk model Polestar 2 di Amerika Serikat (AS) karena terdapat masalah pada bagian kaki-kaki tepatnya di ball joint.

CarsCoop, Selasa, mengabarkan bahwa ball joint yang ada di Polestar 2 ini dapat terlepas secara tiba-tiba yang mengakibatkan kecelakaan serius bagi para penggunanya. Perusahaan yang berinduk pada Volvo itu pertama kali menyadari masalah tersebut pada 28 Juni ketika menerima pemberitahuan dari Volvo Cars terkait dengan potensi kesalahan manufaktur pada suku cadang tersebut.

Dengan menggunakan catatan produksi, hanya trio Polestar 2 model tahun 2023 yang diproduksi di pabrik Taizhou di China yang terkena dampak dari penarikan tersebut.

Baca juga: Polestar 2 dapat penataan ulang demi jangkauan yang lebih luas

Masalah itu memengaruhi sambungan ball joint kiri depan, yang menghubungkan lengan kendali bawah bagian depan. Bagian tersebut mungkin telah dipasang pada posisi yang salah sebelum baut pengencang yang menahan semuanya terpasang.

Sebagai akibat dari kesalahan produksi, terdapat risiko lengan kendali dapat terlepas dari kemudi saat kendaraan sedang bergerak. Lebih buruk lagi, pengemudi tidak akan menerima peringatan apa pun sebelum masalah muncul dengan sendirinya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lebih lanjut.

Masalah itu ditemukan secara internal dan Polestar tidak mengetahui adanya kejadian yang muncul pada kendaraannya di jalan raya. Untuk menyelamatkan para penggunanya, pembuat mobil meluncurkan kampanye penarikan kembali.

Mulai 30 Agustus, Polestar akan menghubungi ketiga pemilik kendaraan tersebut dan meminta mereka mengembalikannya ke diler terdekat. Di sana, sambungan bola akan diperiksa untuk selanjutnya di perbaiki.

Baca juga: Volvo dan Polestar 3 dapat pembaruan peta HD dari Google

Baca juga: Lima perusahaan tarik lebih 92 ribu kendaraan di Korsel

Baca juga: Honda tarik 1,3 juta mobil di seluruh dunia terkait kamera belakang
Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2023