Jakarta (ANTARA) - DFSK melalui kendaraan komersial listriknya, DFKS Gelora E hadir membantu pertumbuhan perekonomian sebagai penyedia mobilitas pada sektor pariwisata daerah dengan lini kendaraan yang ditawarkan dengan kemampuan dan kualitas yang teruji dan sesuai kebutuhan.

"Kami senantiasa menghadirkan kendaraan-kendaraan yang memang dibutuhkan oleh konsumen, termasuk untuk mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia," ungkap PR & Media PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi dalam keterangan resminya, Jumat.

"Kehadiran DFSK Gelora E Minibus hadir sebagai bentuk dukungan kami terhadap perekonomian, termasuk di sektor pariwisata yang kini sedang dikembangkan secara intensif di 5 titik super prioritas," kata dia

DFSK Geloar E akan hadir di lima destinasi pariwisata yang di prioritasnya oleh pemerintah yang sedang dikembangkan yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Baca juga: DFSK Gelora E siap dipesan, tandai era kendaraan listrik Indonesia

Kelima destinasi wisata ini menawarkan panorama alam yang indah dan sangat menarik bagi wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Oleh sebab itu, dalam pengembangan ke-5 destinasi ini diperlukan kendaraan-kendaraan yang berkualitas, fungsional, dan tentunya ramah lingkungan agar bisa mempertahankan keindahan alam dan menjaganya dari polusi. 
 
Dalam hal ini, DFSK Gelora blind van atau minibus hadir menjadi berbagai solusi mobilitas yang dibutuhkan dalam melayani wisatawan yang datang berkunjung. DFSK Gelora E model blind van bisa diandalkan sebagai kendaraan untuk mengangkut barang wisatawan dan kendaraan operasional di area wisata.

Sebagaimana diketahui bersama, kendaraan komersial listrik yang diluncurkan di IIMS Hybrid 2021 ini memiliki kabin sepanjang 2,63m, sedangkan DFSK Gelora E Minibus bisa menjadi solusi sebagai angkutan wisatawan untuk menuju lokasi yang mereka tuju secara nyaman dan menyenangkan dengan daya angkut 7 orang penumpang.

Kendaraan ini juga didukung oleh pengisian fast charging dimana kapasitas 20-80 persen hanya membutuhkan waktu 80 menit, serta memiliki jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer berdasarkan NEDC (New European Driving Cycle).

Achmad Rofiqi mengatakan bahwa DFSK selama ini ingin berperan aktif dalam mendukung pemerintah dengan menghadirkan solusi mobilitas yang tepat, berkualitas, dan ramah lingkungan dalam pengembangan sektor pariwisata.

"Kami memiliki DFSK Gelora E nan fungsional, rendah biaya operasional, dan ramah lingkungan yang siap untuk membantu mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata dan dunia usaha di Tanah Air," tutup dia.

Baca juga: DFSK jual 458 kendaraan di IIMS Hybrid 2021

Baca juga: DFSK Gelora E versi minibus sudah dipesan empat unit

Baca juga: Syarat bagi DFSK jika ingin produksi EV di Cikande

Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021