Jakarta (ANTARA) - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap tidak ada pabrikan lain yang menyetop penjualannya di Indonesia, setelah jenama Amerika Serikat Chevrolet menghentikan penjualan pada tahun depan.

"Semoga sih enggak ada lagi yah, kalau masih ada yang seperti ini, nanti bakalan habis dong," ungkap Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi saat dihubungi Antara, Selasa.

Nangoi berpendapat, sebuah perusahaan otomotif mestinya memiliki strategi bisnis yang matang untuk bertarung di pasar Indonesia. Misalnya, menurut dia, menyiapkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Kembali ke strategi masing-masing perusahaan, tapi untuk bisa masuk ke bisnis di Indonesia tentunya mereka harus memiliki produk yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia itu sendiri," kata Nangoi.

Baca juga: Komunitas Chevrolet Trax sedih ditinggalkan Chevrolet Indonesia

Baca juga: Chevrolet setop penjualan, Ketua Gaikindo: produknya kurang cocok


Selanjutnya ia juga menambahkan, selain memiliki strategi penjualan yang tepat, yang lebih berperan penting ialah harga yang kompetitif dari pesaing akan bisa terus bertahan di pasar.

"Kemudian yang kedua adalah harga kompetitif, itu saja. Karena mereka sudah punya jaringan service dan jaringan diler yang juga sudah ada, jadi rasanya mereka harus bentuk itu saja dan diperkuat," tutur Nangoi.

Kendati menghentikan penjualan, pabrikan berlogo dasi kupu-kupu itu berkomitmen menjalankan layanan purna jual serta garansi bagi konsumen di Indonesia.

Baca juga: Kemenperin sebut Chevrolet hentikan penjualan karena alasan bisnis

Baca juga: Kemarin, tren fesyen muslimah 2020 hingga Chevrolet Indonesia tutup

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019