Jakarta (ANTARA News) - Empat dekade sudah berlalu sejak Mitsubishi mengeluarkan truk pikap yang diawali lewat Mitsubishi Forte atau L200 pada 1978.

Generasi pikap silih berganti. Mitsubishi merombak dan memberi fitur-fitur baru, memberi pilihan pada penumpang lewat Strada di generasi kedua pada 1980-an dan 1990-an hingga Triton baru yang dirilis bulan ini.

Dalam peluncuran pada Jumat (9/11) lalu, CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Osamu Masuko mengungkapkan hingga kini sudah ada 4,7 juta truk pikap yang diproduksi dan dipasarkan ke 150 negara di seluruh dunia.

Keluaran Triton terbaru diproduksi di pusat perakitan Laem Chabang di Thailand. 

Triton, kata Osamu Masuko, adalah salah satu produk yang kesuksesannya penting bagi pertumbuhan perusahaan.

Salah satu pasar terbesar truk pikap Mitsubishi adalah Indonesia, tepatnya di urutan ketiga setelah Thailand dan Australia.

"(Indonesia) sangat penting. Pangsa pasar pikap Mitsubishi Indonesia lebih dari 60 persen," ujar Senior Vice President Guillaume Cartier.
 
Mitsubishi New Triton pada peluncuran global Bangkok, Thailand, Jumat (9/11/2018) ((ANTARA News/ HO))
 

Pangsa pasarnya, seperti diungkapkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, di Indonesia tahun ini memang mendominasi, tepatnya 64,2 persen. Penjualan Triton per bulan di Indonesia berada dalam kisaran angka 1000 unit. 

Diyakini, bila sukses di pasar Indonesia maka Triton juga bakal bertahan di pasar lain. 

Ini tak lepas dari penggunaan truk pikap dalam kondisi ekstrem di Tanah Air yang punya banyak area pertambangan. 

Biasanya truk pikap Mitsubishi dipakai konsumen fleet untuk pertambangan (34 persen), perkebunan (34 persen) atau sektor minyak dan gas (14 persen) yang medannya tak selalu mulus seperti jalan di perkotaan. 

Kesuksesan di pasar Indonesia, lanjut Cartier, akan jadi bentuk nyata dari demonstrasi teknologi yang digadang-gadang tangguh dan bisa diandalkan untuk banyak kebutuhan.
 
Mitsubishi New Triton melintasi rintangan pada peluncuran global Bangkok, Thailand, Jumat (9/11/2018) ((ANTARA News/ HO))


Head of Sales and Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Imam Choeru Cahya mengatakan Triton di Indonesia dalam sebulan dapat mencapai angka 1000 unit.

Triton baru ini akan dijual di Thailand mulai 17 November, baru diperkenalkan secara berurutan di pasar Asia Tenggara, Oceania, Timur Tengah, Eropa, Afrika dan Amerika Latin, yang pada akhirnya akan dijual pada sekitar 150 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia, konsumen baru bisa merasakan New Triton pada 2019.

Mitsubishi Motors Corporation berencana untuk menjual sekitar 180.000 unit model baru ini pada tahun fiskal ini.

Adakah kemungkinan Triton akan diproduksi di Indonesia yang kini jadi tempat membuat MPV Xpander?

Mitsubishi memang sudah menetapkan negara-negara tertentu untuk memproduksi varian mobil yang berbeda. 

Thailand kebagian sebagai tempat merakit mobil pikap, sementara Indonesia adalah tempat membuat MPV seperti Xpander. Meski harus mengimpor truk pikap dari Negeri Gajah Putih, Thailand juga mengandalkan Indonesia untuk impor Xpander.

"Untuk MPV kita ekspor ke Thailand juga selain Filipina, Vietnam, ada juga rencana ke Bolivia. Pasti akan berkembang lagi," ujar Imam.

Triton baru menawarkan fitur-fitur baru yang disebut meningkatkan performa, fungsionalitas, ketahanan, keamanan hingga kenyamanan pengguna. 

Dengan desain baru yang membuatnya tampak lebih gagah, pikap Mitsubishi ini menawarkan banyak pembaruan demi menarik pengguna yang memakainya tak hanya untuk kebutuhan komersial, tapi juga kebutuhan pribadi.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018