Tangerang (ANTARA News) - Kementerian Perindustrian mengharapkan terciptanya mobil plug in hybrid electric vehicle (PHEV) yang menggunakan bahan bakar biodiesel 20 (B20).

"Potensi itu bisa, kalau perlu plug in pakai biofuel,  karena lebih hemat lagi energi fosilnya, digantikan dengan bio," ujar Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronik Kemenperin Harjanto di Tangerang, Banten, Kamis.

Ia mengatakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong industri otomotif berkembang tidak hanya memberikan efek positif buat neraca perdagangan tapi juga efek yang lebih luas. 

Menurut Harjanto, mobil PHEV bisa dikombinasikan dengan mesin berbahan bakar biosolar, sehingga bisa lebih efisien. Karena, dengan menggunakan B20, efisiensinya mencapai 85 persen jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

"Kalau B20 itu berdasarkan penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) 1 liter bisa digunakan untuk menempuh jarak 60 kilometer," ungkap Harjanto.

Untuk itu, Harjanto mendorong pabrikan otomotif untuk membuat kendaraan dengan teknologi tersebut, mengingat terdapat banyak industri komponen otomotif di dalam negeri.

Baca juga: Citra mobil hibrid di Indonesia
Baca juga: Alasan Suzuki tak gunakan lithium ion pada Ertiga Diesel Hybrid


Diketahui, industri otomotif menyatakan kesiapannya dalam memperluas penggunaan Biodiesel 20, atau kerap disebut B20, untuk seluruh kendaraan bermesin diesel di Indonesia.

Penggunaan B20 merupakan upaya subtitusi impor bahan bakar paling cepat, yang akan menghemat 21 juta dolar AS per hari atau 5,9 miliar dolar AS dalam setahun.

Sebelumnya, B20 dalam konsumsi solar hanya diwajibkan kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO) seperti kereta api.

Nantinya, B20 akan wajib digunakan pada kendaraan non-PSO seperti alat-alat berat di sektor pertambangan, traktor atau ekskavator, termasuk juga diperluas ke kendaraan-kendaraan pribadi.

Untuk itu, pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, yang disebut tinggal menunggu teken dari Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Industri otomotif siap perluas penggunaan Biodiesel 20



 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018