Turin (ANTARA News) - Perusahaan teknologi mobilitas swakemudi, Alphabet Waymo, berencana membawa layanan Robo Taxi ke Eropa setelah layanan itu diluncurkan di Amerika Serikat pada tahun ini.

Chief Executive Waymo, John Krafcik, mengatakan perusahaannya bisa menjajaki pasar Eropa dengan menjalin kerjasama dengan mitra. Namun ia tidak memberikan jangka waktu terkait pelaksanaan rencana itu.

"Ada peluang bagi kami di Waymo untuk bereksperimen di Eropa, dengan produk yang berbeda dan mungkin dengan strategi pemasaran yang berbeda," kata Krafcik di Turin, dilansir Reuters, Kamis (7/6).

"Mungkin kami akan mengambil pendekatan yang sangat berbeda di sini daripada di AS," tegasnya.

Baca juga: Fiat sediakan 62 ribu mobil swakemudi untuk layanan Robo Taxi Waymo

Pejabat perusahaan telah menghabiskan waktu di Eropa untuk mempelajari peraturan, kebijakan dan perbedaan lainnya dengan pasar Amerika Serikat, katanya.

Waymo akan menggunakan kendaraan Fiat Chrysler (FCA) dan Jaguar Land Rover untuk armada swakemudi di Amerika Serikat, kendati Krafcik tidak memberikan sinyal apakah mereka akan kembali menjadi mitra potensial di Eropa.

Perusahaan itu akan meluncurkan layanannya di Phoenix, Arizona dalam beberapa bulan mendatang, dengan rencana untuk meluncurkan program yang lebih luas di Amerika Serikat.

Baca juga: Waymo-Jaguar kerja sama buat mobil mewah swakemudi

"Dunia terus mengatakan bahwa mobil swakemudi akan segera datang. Kami melakukan ini, hari ini, di Phoenix, mengemudi tanpa manusia di barisan depan," kata Krafcik.

Di Amerika Serikat, layanan itu menggunakan merek Waymo meskipun bisa saja menggunakan nama yang berbeda apabila ada ketentuan tersendirid dari mitra baru di Eropa.

Fiat Chrysler mengatakan pekan lalu itu akan memasok Waymo dengan 62.000 minivan Chrysler Pacifica. Perusahaan itu berpeluang menjual mobil itu untuk konsumen perorangan.

Waymo mengatakan pada Maret, akan menambah 20.000 mobil listrik dari Jaguar Land Rover untuk armada swakemudi lainnya, demikian Reuters.

Baca juga: Waymo klaim swakemudinya tak berpotensi kecelakaan seperti Uber

Penerjemah:
Copyright © ANTARA 2018