GM bersiap angkat kaki dari India

Jumat, 19 Mei 2017 17:41 WIB | 3.352 Views
GM bersiap angkat kaki dari India
Logo General Motors pada sebuah bus. (https://www.flickr.com - creativecommons)
Jakarta (ANTARA News) - Raksasa otomotif Amerika Serikat, General Motors, bersiap angkat kaki dari India, mengakhiri upaya mereka menerobos salah satu pasar otomotif yang pertumbuhannya tercepat di dunia.

Meski mengumumkan bakal menghentikan pemasaran jenama Chevrolet di India di pengujung tahun 2017 sebagai bagian perubahan strategi bisnis internasional mereka, GM menyatakan akan tetap memproduksi mobil di India untuk pasar ekspor.

GM sudah berada di India selama beberapa tahun dan saat ini memiliki dua fasilitas produksi, yakni di Talegaon yang bakal dilanjutkan beroperasi sebagai pemasok ekspor pasar Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan serta di Halol, Gujarat, yang rencananya bakal dijual.

"Di India, ekspor kami meningkat tiga kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, dan ini yang akan menjadi fokus kami ke depan," kata Presiden Internasional GM, Stefan Javoby, dalam pernyataan yang dilansir AFP.

"Kami meyakini bahwa investasi yang dibutuhkan untuk lini produk yang kian banyak dan fleksibel tidak akan membuahkan keuntungan jangka panjang di pasar domestik (India)," ujarnya menambahkan.

Pasar otomotif India pada 2016 lalu mencapai angka 4 juta unit dan diprediski oleh konsultan PwC.

Selain India, GM juga mengumumkan bakal menghentikan pemasaran jenama Chevrolet di Afrika Selatan pada saat bersamaan sembari menjual bisnis manufaktur setempat mereka kepada Isuzu Motors.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2017

Honda Urban EV Concept tampil perdana di dunia pada pameran otomotif Frankfurt Motor Show 2017 yang berlangsung di Frankfurt, Jerman, pada 13 hingga 24 ...
Mobil keluarga teranyar Mitsubishi Xpander turut mejeng di GIIAS Surabaya Auto Show 2017 yang dilaksanakan pada 20 - 24 September 2017 di Grand City Convex, ...
PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) resmi mengumumkan ban Dueler H/L 33 sebagai ban original equipment untuk kendaraan SUV (Sport Utility ...
  Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengungkapkan risiko kredit macet atau non performing loan (NPL) banyak terjadi di segmen kendaraan murah atau ...
Bus listrik sepanjang 12,19 meter dari Proterra Inc menempuh 1.772,21 kilometer dengan kecepatan rendah tanpa penyetruman ulang, rekor baru bagi kendaraan ...