Jakarta (ANTARA) - Xiaomi yang baru saja meluncurkan kendaraan elektrik pertamanya yakni SU7, mendapat sambutan yang cukup positif sehingga para konsumennya harus bersabar hingga 7 bulan ke depan untuk bisa mendapatkan kendaraan tersebut.

Arena Ev pada Selasa mengabarkan bahwa masa tunggu yang begitu lama ini dikarenakan antusias yang cukup tinggi dari konsumen yang sulit dibendung, terlebih untuk varian SU7 Max yang merupakan varian tertinggi dari kendaraan ini.

Divisi yang mengerjakan kendaraan listrik ini, diminta oleh banyak pihak untuk bisa meningkatkan produksinya agar tidak terlalu lama memberikan nomor antrean kepada para konsumen Xiaomi SU7. Meski begitu, menghasilkan produk yang sedemikian kompleks bukanlah pekerjaan yang mudah dan juga cepat.

Baca juga: Xiaomi diwartakan akan luncurkan mobil listrik kedua akhir tahun ini

Berbagai teknologi dan juga fitur yang tersemat di dalam kendaraan sedan elektrik itu bukanlah pekerjaan yang mudah, terlebih ini adalah kendaraan pertama dari salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Sehingga, kesempurnaan unit yang dihadirkan kepada konsumen menjadi tantangan tersendiri untuk mempertaruhkan citra baik ke depannya.

Baca juga: Xiaomi luncurkan mobil listrik SU7 di China

Untuk menggenjot produksi agar tidak memiliki antrean yang panjang, pabrik Xiaomi untuk kendaraan ini diyakini dapat menghasilkan 40 unit SU7 dalam setiap jamnya dan menargetkan produksi 300 ribu unit dalam setahun. Sehingga Xiaomi berharap dapat mencapai kapasitas produksi fase 1 pada pertengahan tahun 2024, sebuah target yang dapat mempersingkat waktu tunggu secara signifikan.

Meski begitu, bagi konsumen yang tidak sabar mungkin bisa beralih ke pesaing yang tersedia di pasar kendaraan listrik (EV) yang sangat kompetitif di Tiongkok, sehingga memberikan tekanan pada Xiaomi untuk meningkatkan kemampuannya secepat mungkin.

Baca juga: Xiaomi tawarkan SU7 dengan harga di bawah Rp1,1 miliar

Baca juga: Xiaomi SU7 resmi dijual pada akhir Maret 2024

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024