Jakarta (ANTARA News) - Produsen kendaraan komersil Isuzu mempunyai mimpi besar merajai pasar kendaraan komersil di Indonesia, seperti predikat yang masih terus disandangnya di negeri asalnya, Jepang, dan di beberapa negara lainnya melalui beberapa varian produknya.

"Di Jepang Isuzu nomor satu, kita ingin di Indonesia juga. Itu mimpi Isuzu menjadi nomor satu di Indonesia," kata Direktur Penjualan, Marketing, dan Layanan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Tac Shindo, di Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Hal senada diungkapkan oleh Advertising & Promotion Departement Head PT IAMI Maman Fathurrohman yang menyatakan Isuzu sedang berusaha menjadi nomor satu di Indonesia dengan fokus pada segmen kendaraan komersial.

Seiring dengan upayanya itu, Isuzu telah merancang kendaraan-kendaraan komersilnya sesui dengan kondisi di Indonesia baik dari sisi geografis maupun prilaku konsumennya.

Marketing Director PT IAMI Supranoto Tirtodidjojo menambahkan bahwa ada beberapa penyesuaian pada kendaraan-kendaraan Isuzu yang dipasarkan di Indonesia yang berbeda dengan di negara lain.

Dalam memproduksi kendaraan-kendaraan untuk pasar Indonesia, Isuzu sudah mempertimbangkan kecenderungan pengoperasian kendaraan di sini yang sering overload (mengangkut melebihi kapasitas seharusnya).

"Ada penyesuaian-penyesuaian untuk pasar Indonesia," katanya di sela workshop teknologi diesel di Isuzu Traning Center Bekasi.

Isuzu juga akan terus mengekspansi jaringan distribusinya di seluruh Indonesia dengan menambah jumlah outlet penjualan menjadi 100 hingga akhir tahun ini dari 93 yang dimilikinya sekarang.

IAMI sampai sekarang telah memasarkan banyak model kendaraan komersil di Indonesia, mulai dari Isuzu ELF, Panther, GIGA, Isuzu Bison, hingga kendaraan off road D-Max, dengan masing-masing diproduksi dalam beberapa varian.

Pada model ELF saja, Isuzu mengeluarkan varian-varian F series dan N series.

Total penjualan Isuzu pada 2012 lalu mencapai 33.165 unit, naik 15,4% dari 28.746 unit pada tahun sebelumnya dengan pangsa pasar tetap pada kisaran 3%.
Pewarta: Suryanto
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013