Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) optimistis penjualan mobil pada Juli dan Agustus tahun ini akan meningkat dibandingkan tiga bulan terakhir yang cenderung turun akibat kelangkaan pasokan suku cadang dari Jepang menyusul gempa dan tsunami di negara tersebut.

"Pada Juli kami memperkirakan penjualan Toyota mendekati angka 30 ribu unit atau setidaknya mencapai 29 ribu unit," kata Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan disela Indonesia International Motor Show ke-19, di Jakarta, Jumat.

Pada Juni lalu penjualan Toyota di Indonesia hanya mencapai sekitar 26 ribu unit dan Mei hanya 19.564 unit, padahal pada Maret penjualan Toyota sempat menembus angka 32 ribu unit.

Johnny mengatakan sebenarnya permintaan pasar pada Juli lebih besar dari angka perkiraan penjualan, namun pasokan mobil belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan pasar meskipun produksi sudah 100 persen.

"Permintaannya sangat besar, bulan Juli ordernya telah menembus angka di atas 30 ribu unit, sehingga ada beberapa kendaraan masih inden seperti Innova dan Avanza," ujarnya.

Hal senada dikemukan Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan penjualan Honda pada Juli akan pulih ke angka sekitar 5.000 unit.

"Bulan ini produksi sudah beroperasi dua `shift`, diharapkan penjualan kembali menembus 5.000 unit, dan Honda bisa mengejar ketinggalan penjualan pada enam bulan ke depan," katanya.

Kendati pabrik HPM sudah beroperasi dua shift, Jonfis mengakui pembelian mobil, terutama Jazz yang merupakan produk unggulan Honda, masih mengalami inden 1 hingga 1,5 bulan.

"Kami menargetkan penjualan Jazz mencapai sekitar 2.000 unit dan ada beberapa warna yang tidak ada stoknya, sehingga harus inden 1-1,5 bulan, seperti warna putih dan hijau," katanya. Sedangkan warna lain seperti hitam dan silver ada stok-nya.

Jonfis menargetkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-19, Honda mampu mendapatkan penjualan sebanyak 2.000 unit mobil dengan produk unggulan Jazz, disamping Freed, dan C-RV, dan sedan lainnya.

Sementara itu Wakil Presdir untuk Penjualan Nasional dan Promosi PT Nissan Motor Indonesia, Teddy Irawan, menargetkan penjualan pada Juli mencapai 5.000 unit dengan produk unggulan Livina yang pasarnya mencapai sekitar 2.400 - 2.500 unit.

"Saya optimistis pada Juli-Agustus penjualan mobil akan mencapai angka tertinggi, setidaknya penjualan mobil secara nasional menembus angka 70 ribu unit," katanya.

Pada ajang IIMS ke-19, Nissan menargetkan penjualan mencapai 1000 sampai 1500 unit. "Penjualan mobil Nissan pada IIMS kali ini lebih besar dibandingkan tahun lalu karena kami memiliki produk baru yaitu Juke dan March, penyegaran dari X-Trail," kata Teddy.

(R016)
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011