Jakarta (ANTARA) - GM menyatakan telah memecahkan masalah yang menyebabkan baterai Chevrolet terbakar, dan perusahaan itu akan kembali melanjutkan produksi modul baterai dengan langkah-langkah baru bersama LG sebagai penyedia baterai. 

Dikutip dari CarsCoops, Selasa, GM akan menyelesaikan masalah itu bersama LG sebagai pemasok baterai mereka. 

Pemasok baterai juga akan menerapkan proses ini di fasilitas lain yang akan menyediakan sel untuk GM di masa depan.

Pabrik baterai LG juga akan menambah kapasitas untuk menyediakan lebih banyak sel ke GM untuk memasok produsen mobil dengan modul baterai pengganti, yang diharapkan dapat dikirim ke dealer segera pada pertengahan Oktober.

Pembuat mobil juga membuat paket perangkat lunak diagnostik baru yang akan meningkatkan parameter pengisian baterai yang tersedia di atas panduan yang ada.

Perangkat lunak idirancang untuk menemukan anomali dalam kinerja baterai yang menurut GM terkait dengan cacat yang menyebabkan kebakaran.

Perusahaan berencana untuk memproduksi perangkat lunak diagnostik lain yang pada akhirnya akan mengembalikan pelanggan ke kapasitas batera 100 persen.

"Kami berterima kasih atas kesabaran pemilik dan dealer saat kami bekerja untuk memajukan solusi penarikan ini," kata Doug Parks, wakil presiden eksekutif GM, Pengembangan Produk Global, Pembelian dan Rantai Pasokan.

"Melanjutkan produksi modul baterai adalah langkah pertama dan kami akan terus bekerja secara agresif dengan LG untuk mendapatkan pasokan baterai tambahan. Selain itu, kami optimis perangkat lunak diagnostik canggih yang baru akan memberikan lebih banyak kemudahan bagi pelanggan kami," tutup dia.

Baca juga: GM sampaikan langkah atasi cacat baterai Bolt EV pemicu kebakaran

Baca juga: GM kembali "recall" Chevrolet Bolt EV karena risiko kebakaran

Baca juga: GM perluas recalls Chevrolet Bolt EV hingga 73.000 kendaraan


 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021