Jakarta (ANTARA) - Pabrikan mobil AS General Motors (GM) menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi cacat baterai pada kendaraan listrik Chevrolet Bolt EV menyusul 12 laporan kebakaran Bolt beberapa waktu lalu yang menyebabkan cedera.

Untuk memastikan Bolt EV ke depan lebih aman dikendarai, GM menetapkan rencana tindakan yang mencakup perbaikan perangkat keras dan perangkat lunak, dengan beberapa di antaranya sudah tersedia segera.

Masalah cacat baterai pada Bolt EV telah memicu insiden kebakaran dan memaksa GM menarik kembali dari peredaran (recall) sedikitnya 140.000 Bolt EV untuk diperbaiki.

"Kami berterima kasih atas kesabaran pemilik dan diler saat kami bekerja untuk memajukan solusi penarikan ini," kata Doug Parks, wakil presiden eksekutif GM untuk pengembangan produk, pembelian, dan rantai pasokan, dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa.

Melanjutkan produksi modul baterai adalah langkah pertama dan GM akan terus bekerja secara agresif dengan LG untuk mendapatkan pasokan baterai tambahan. "Selain itu, kami optimis perangkat lunak diagnostik canggih yang baru akan memberikan lebih banyak kemudahan bagi pelanggan kami," tambah Doug Parks.

GM mengatakan bahwa pabrik baterai LG di Holland dan Hazel Park, Michigan, telah kembali berproduksi. Selain itu, LG menambahkan kapasitas untuk menyediakan lebih banyak sel untuk GM. Sehingga, modul baterai pengganti untuk Bolt akan mulai dikirimkan ke diler segera pada pertengahan Oktober.

Akar penyebab keadaan langka yang dapat menyebabkan kebakaran baterai adalah dua cacat manufaktur yang dikenal sebagai anoda robek dan pemisah terlipat, yang keduanya harus ada dalam sel baterai yang sama.

LG telah menerapkan proses manufaktur baru dan telah bekerja dengan GM untuk meninjau dan meningkatkan program jaminan kualitas untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. LG akan melembagakan proses baru ini di fasilitas lain yang akan menyediakan sel untuk GM di masa depan.

Baca juga: GM perluas recalls Chevrolet Bolt EV hingga 73.000 kendaraan

Penggantian baterai prioritas

GM akan memprioritaskan pelanggan Chevy Bolt EV dan EUV yang baterainya diproduksi selama jangka waktu pembuatan tertentu di mana GM percaya bahwa cacat baterai tampaknya dikelompokkan.

Perusahaan telah membuat proses pemberitahuan yang akan memberi tahu pelanggan yang terkena dampak ketika modul pengganti tersedia.

Baterai baru akan mencakup garansi terbatas baterai 8 tahun/100.000 mil yang diperpanjang (atau garansi terbatas 8 tahun/160.000 km di Kanada1).

Dalam waktu sekitar 60 hari, GM akan mulai meluncurkan paket perangkat lunak diagnostik canggih baru yang akan meningkatkan parameter pengisian baterai yang tersedia di atas panduan yang ada.

Perangkat lunak diagnostik akan dirancang untuk mendeteksi kelainan spesifik yang mungkin mengindikasikan kerusakan baterai pada Bolt EV dan EUV dengan memantau kinerja baterai; memperingatkan pelanggan tentang anomali apa pun; dan memprioritaskan modul baterai yang rusak untuk diganti.

GM bermaksud agar perangkat lunak diagnostik lebih lanjut akan memungkinkan pelanggan untuk kembali ke status pengisian 100 persen setelah semua proses diagnostik selesai.

Perangkat lunak baru ini, yang akan diberikan kepada semua pemilik Bolt EV dan EUV, memerlukan instalasi diler. Pemilik akan dapat mulai menjadwalkan pemasangan di dealer Chevy EV mereka dalam waktu sekitar 60 hari.

Baca juga: GM perpanjang penghentian produksi Bolt listrik hingga Oktober

Baca juga: Honda mulai uji program kendaraan otonom

Baca juga: Honda dan GM akan berbagi "platform" EV untuk siapkan mobil murah

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021