Jakarta (ANTARA) - Honda Motor Co. mengatakan akan mengakhiri produksi mobil sport mewah NSX pada Desember 2022, sebagai bagian dari upaya untuk meninjau produk yang kurang menguntungkan dan fokus pada pengembangan kendaraan listrik.

Model NSX saat ini, dengan harga mulai 24,2 juta yen (Rp3,1 miliar) dan diproduksi di Amerika Serikat, dihidupkan kembali pada tahun 2016 sebagai kendaraan hibrida 10 tahun setelah pensiun dari model pertama.

Dikutip Kyodo, Rabu, produsen mobil Jepang itu menjual 2.558 unit kendaraan di seluruh dunia, tetapi penjualan menyusut menjadi 183 unit pada 2020, dibandingkan dengan 1.004 unit pada 2017 dan 418 unit pada 2019.

Akhir bulan ini, Honda akan merilis model NSX khusus dengan penjualan terbatas pada 350 kendaraan, termasuk 30 unit di Jepang, dan akan mempertimbangkan untuk memperkenalkan mobil sport listrik di masa mendatang.

Generasi pertama NSX diluncurkan pada tahun 1990 dan mendapatkan popularitas sebagai mobil sport lengkap. Perusahaan mengakhiri produksinya pada 2005 setelah menjual 18.507 unit.

Langkah ini dilakukan karena Honda berencana untuk secara bertahap meningkatkan proporsi kendaraan listrik dan sel bahan bakar dalam total penjualannya di pasar utama seperti Jepang, Amerika Serikat, Eropa, dan China, dengan target 40 persen pada 2030 dan 80 persen pada 2035.

Sementara itu, perusahaan sedang mengkaji area-area yang profitabilitasnya rendah. Tahun ini telah diputuskan untuk mengakhiri produksi minivan Odyssey, sedan kelas atas Legend serta Clarity Fuel Cell dan Plug-in Hybrid.


Baca juga: Honda NSX kelir baru muncul di Monterey Car Week 2019

Baca juga: Mobil sport bermesin hybrid Honda NSX ikut mejeng di GIIAS

Baca juga: Honda Acura NSX 2019 mulai debutnya di Monterey

Pewarta: F017
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021