Jakarta (ANTARA) - Seiring dengan kian tumbuhnya kendaraan listrik di dunia, membuat Volkswagen harus rela mematikan produksi sedan Passat tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Eropa untuk fokus pada mobil listrik dan kendaraan SUV.

Sebaliknya, pembuat mobil Jerman itu hanya akan mempertahankan station wagon Passat-nya ketika model generasi baru diperkenalkan menjelang akhir 2023, dan akan tetap berlanjut dipasarkan di Jerman.

Saat ini, Passat menjadi model non-premium kelas menengah nomoro satu di Eropa, dengan penjualan mencapai 88.478 unit hingga Oktober. Kendaraan ini juga pada tahun lalu meraih penghargaan "Mobil Perusahaan Terbaik Di 2019".

Diketahui, baru-baru ini VW akan membatalkan produksi Passat untuk pasar AS. Keputusan perusahaan asal Jerman dirasa sangat tepat, karena penjualan di negara itu hanya 16.190 unit selama tiga kuartal pertama tahun 2020.

Salah satu sumber lain mengatakan bahwa, dengan menghilangkan Passat dari pasar membuat persaingan internal antara VW dan Skoda lebih kecil dan akan memberikan keleluasaan pembeli di Eropa Timur dan juga Tengah.

Saat ini, VW membangun European Passat di Emden, Jerman, lokasi yang akan segera digunakan untuk membuat kendaraan baterai-listrik secara eksklusif - termasuk crossover ID.4 dan sedan listrik menengah dengan nama sandi Aero B, Carscoops dikutip Selasa.


Baca juga: Volkswagen tarik 281.000 mobil karena kegagalan pompa bahan bakar

Baca juga: Volkswagen Passat GTE pakai baterai lebih besar

Baca juga: VW Passat dan Skoda bakal lahir dari pabrik baru di Turki

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020