Jakarta (ANTARA) - Resmi masuk pasar otomotif Indonesia pada 17 tahun lalu, Nissan X-Trail seolah tidak pernah tua. Mobil berjenis compact sport utility vehicle (SUV) itu selalu punya karakter yang khas dari generasi pertama hingga sekarang. 

X-Trail generasi awal (2000–2007) masih banyak berkeliaran di jalanan hingga kini. Desainnya yang kotak menonjolkan kesan tangguh dan maskulin, namun siapa sangka, X-Trail jenis itu begitu mudah dan lincah saat dikendarai.

Begitu juga dengan X-Trail generasi kedua (2007-2013) yang terlihat lebih "manis" dengan beberapa ubahan pada eksterior yang membuatnya terlihat lebih mewah ketimbang generasi pertama.

Pada pertengahan 2019, Nissan Motor Indonesia mengenalkan X-Trail generasi ketiga dengan mengusung pembaruan fitur "pintar" pada SUV yang menjadi pesaing Honda CR-V itu.

Nissan X-Trail ini tidak sepenuhnya baru, karena masih membawa desain generasi ketiga yang sudah dikenalkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, yang menjadi perhatian adalah penyematan sejumlah fitur yang membuat X-Trail berbeda dari pesaingnya. ANTARA sempat mencicipi New X-Trail selama beberapa hari pada awal tahun 2020.

Desain
New Nissan X-Trail (ANTARA/Alviansyah P)


Meski tidak banyak mengubah desain eksterior, namun tampilan New X-Trail kian mewah dan tidak kalah jika disandingkan dengan SUV dari Eropa.

Pada tampak muka, desain grille V-Motion terlihat lebih berkelas dengan balutan aksen krom pada bingkai yang lebih tebal. LED DRL serta lampu utama high-low beam sudah cukup membuat SUV itu terlihat kekinian.

Desain belakang memang tidak memperlihatkan banyak perubahan, namun ketika lampu belakang menyala maka terlihat perbedaannya, yakni sudah memakai LED.

Bagian yang cukup menarik adalah fitur panoramic sunroof dengan ukuran cukup besar, sehingga menambah kesan luas bagi penumpang di dalam kabin.

Baca juga: Nissan sematkan teknologi e-4ORCE di mobil listrik

Baca juga: Nissan Leaf 2020 hadir dengan teknologi dan warna baru
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020