Jakarta (ANTARA) - Darius Sinathrya dan Donna Agnesia yang bermotor bersama tim "Himalayan Ridge" telah tiba di Indonesia dengan membawa  kenang-kenangan dari perjalanan mereka berupa serial vlog yang bisa disaksikan lewat kanal YouTube Darius Sinathrya.

"Vlog ini menceritakan pengalaman kami saat touring ke jalan tertinggi dunia di pegunungan Himalaya. Semoga bisa menambah informasi dan menghibur para pecinta perjalanan dan petualangan," kata Darius dalam pemutaran episode pertama serial tersebut di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis.

Ia kemudian bercerita seperti apa serunya "touring" dengan motor bersama pasangan dan tim, kendati harus menghadapi banyak tantangan dan rintangan seperti beberapa jalan yang masih offroad, hingga harus melewati sungai gletser.

"Kalau dari tantangan sih jalanan yang ada di jalur itu sebenernya sudah cukup bagus aspalnya, mungkin sekitar 85-90 persen itu bagus lah (jalannya), cuma sisanya memang agak offroad," papar Darius.
 
Darius dan Donna Agnesia tuntaskan misi bermotor ke Himalaya. ANTARA/HO/am.


"Lalu sempet ngelewati sungai gletser juga, dengan kondisi arusnya yang kencang banget, enggak bisa lihat apa yang ada di bawah air itu, setengah roda lah terrendam. Tapi cuma sedikit saja (sungai gletsernya)," lanjut dia.

Kendati demikian, pasangan selebritas tersebut tidak menampik bahwa ketinggian merupakan kendala terbesar selama mereka berpetualang.

"Kita ada di atas 3.000 MDPL itu sekitar 6 hari dan itu menjadi tantangan kita yang paling tinggi. Dan ketika kita harus bermalam di ketinggian 4.200-an MDPL. Butuh penyesuaian tubuh kita dgn keinggian itu, dengan kondisi kita juga yang harus riding," kenang Darius.

Darius, Donna, dan tim berhasil mencapai Khardung La Pass, jalan tertinggi di dunia (5.359 meter dari permukaan laut) di pegunungan Himalaya di India Utara.

Perjalanan ini dimulai dari kota Chandigarh, India, pada 1 Agustus 2019 dengan menunggangi Royal Enfield Himalayan dan dilengkapi dengan JPX Helmet Duke Series

Perjalanan ini membawa misi sosial #kebaikantanpabatas, berupa pengumpulan dana untuk pembangunan sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Nusa Tenggara Timur bersama Oli Top 1.

Darius dan Donna berangkat bersama tim dokumenter yang terdiri dari jurnalis senior Wisnu Guntoro Adi, kameraman drone master Nico Silfido, fotografer Riko Louis, serta logistik Gugum Gumilar.

Baca juga: Darius Sinathrya sebut Habibie sebagai inspirasi dan motivasi bangsa

Baca juga: Kisah Darius, Donna Agnesia tuntaskan misi bermotor ke Himalaya

Baca juga: Darius Sinathrya punya hobi baru, "touring" naik motor

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019