Jakarta (ANTARA News) - SK Innovation Korea Selatan, pemasok baterai kendaraan listrik ke Daimler dan Volkswagen berencana meningkatkan kapasitas produksi lebih dari sepuluh kali lipat pada tahun 2022, guna menjamin permintaan global.

Dilansir Reuters, Kamis, perusahaan mengharapkan bisnis baterai mencapai titik impas pada tahun 2020, seorang manajer senior mengatakan pada konferensi pers, Rabu (25/12) di pabrik perusahaan di Seosan.

Harapan itu datang beberapa hari setelah Daimler mengatakan akan membeli sel baterai bernilai lebih dari 20 miliar euro (23 miliar dolar AS) pada tahun 2030 untuk menyiapkan produksi massal kendaraan hibrida dan listrik.

Daimler dan produsen mobil Eropa lainnya secara agresif melakukan ekspansi kendaraan listrik ketika regulator Eropa menekan emisi diesel.

Ketua Grup SK Chey Tae-won kini lebih fokus pada bisnis baterai kendaraan listrik konglomerat, setelah unit SK pembuat chip memori Hynix menghadapi perlambatan permintaan dari pembuat smartphone yang sebelumnya berkembang pesat selama dua tahun.

Di dinding di pabrik Seosan, pesan tulisan tangan dari Chey berbunyi: "Sampai hari ketika semua kendaraan berjalan dengan baterai kami, dan mengganti bensin (kendaraan), tim baterai SK akan siap beroperasi."

SK sendiri dapat dikatakan terlambat merambah pasar baterai kendaraan listrik, bila dibandingkan dengan saingannya LG Chem dan Samsung SDI.

SK Innovation telah mengumumkan rencana investasi bernilai sekitar 3 miliar dolar AS sejak akhir 2017, untuk membangun pabrik baru di China, Hungaria dan Amerika. Serikat.

Janji China menghapus subsidi untuk kendaraan listrik dan plug-in hibrida pada tahun 2020, dan peningkatan kuota penjualan kendaraan listrik di negara itu akan menguntungkan SK Innovation, kata Lee Du-beom dari tim baterai perusahaan.

Saat ini, kendaraan listrik yang menggunakan baterai Korea Selatan tidak memenuhi syarat untuk subsidi di Cina.

"Kami tidak begitu khawatir tentang pasar China," kata Lee. "Kami percaya bahwa produsen mobil global dan produsen mobil Cina perlu mendapatkan baterai dari produsen baterai asing," ucap Lee menambahkan.

SK Innovation berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai tahunan menjadi 55 gigawatt-jam pada 2022, dari 4,7 gigawatt-jam setahun saat ini, kata Kim Tae-hyeon, yang mengepalai tim bisnis baterai SK Innovation.

SK Innovation juga memasukkan Hyundai Motor sebagai klien.

Baca juga: Perusahaan Korea Selatan ikut berinvestasi baterai mobil listrik di China

Baca juga: Tesco dan Volkswagen kembangkan stasiun pengisian kendaraan listrik di Inggris

Baca juga: Gerbang menuju era kendaraan listrik

Baca juga: Menuju era mobil listrik di Indonesia dan tantangannya

 

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018