Seoul (ANTARA News) - Perusahaan Korea Selatan, SK Innovation, pada Minggu (7/10) mengumumkan rencana mereka untuk berinvestasi sebesar 354 juta dolar AS guna membangun pabrik baterai mobil listrik di China.

Perusahaan mengikuti langkah sejumlah pabrikan Eropa yang menyasar China sebagai lokasi memproduksi baterai mobil listrik antara lain Daimler, sedangkan Tesla memilih sebagian pasokan baterai dari Australia.

SK Innovation akan memproduksi bagian-bagian kunci dari baterai mobil listrik di China, sebagai bagian dari upaya mereka untuk masuk dalam pasar mobil listrik terbesar di dunia.

Baca juga: Mercedes siapkan enam pabrik mobil listrik termasuk di Beijing dan Bangkok

Pabrik itu akan membuat komponen pemisah dan lapisan keramik pada baterai lithium ion, yang akan dimulai pada awal tahun depan di Changzhou. Adapun proses produksi akan dimulai pada paruh kedua 2020, kata perusahaan yang sudah beroperasi di Korea Selatan itu..

"Keputusan itu untuk mengimbangi peningkatan kapasitas pembuat baterai mobil listrik global di China dan Eropa, serta untuk memenuhi permintaan klien akan pasokan yang stabil," demikian pernyataan SK Innovation dilansir Reuters, Minggu (7/10).

Baca juga: Komponen baterai Tesla akan disuplai dari Australia

Pengumuman itu muncul seminggu setelah SK Innovation yang dimiliki konglomerat nomor tiga Korea Selatan, mengatakan sedang mempertimbangkan membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Pada Agustus, perusahaan mengatakan berencana membangun pabrik baterai kendaraan listrik di China pada 2019, di bawah usaha patungan bersama BAIC Motor dan Beijing Electronics, yang juga sedang membangun pabrik di Hungaria untuk pasar Eropa.

Baca juga: BMW tekan biaya pembuatan baterai mobil listrik
 

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018