Jakarta (ANTARA News) - Banyak orang mungkin mengira ban pada mobil yang jarang dipakai akan memiliki kondisi yang selalu baik. Bahkan bisa jadi, tak sedikit dari mereka yang akhirnya abai untuk melakukan perawatan pada ban tersebut.

Deputi General Manager dari PT YHI Indonesia (sole distributor ban merek Yokohama di Indonesia), Eka Satria mengatakan menjaga kondisi ban pada mobil yang jarang dipakai juga penting dilakukan.

Menurut Eka, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi ban pada mobil yang jarang dipakai adalah dengan me-rolling atau merotasi posisi ban secara berkala.

"Jadi pindahkan (ban) dari kiri ke belakang, dari kanan depan ke kiri belakang," ucap Eka di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Yokohama luncurkan ban dengan tingkat kebisingan minimal

Perpindahan posisi ban secara berkala ini dimaksudkan untuk menjaga agar keempat ban memiliki posisi atau tingkat keausan yang sama rata. Perpindahan posisi ban ini juga bisa melibatkan ban serep.

Idealnya, proses rotasi posisi ban ini dilakukan saat mobil sudah menempuh jarak 10 hingga 20 ribu kilometer. Pemilik mobil juga bisa melakukan rotasi setiap empat bulan sekali, bersamaan dengan proses spooring -- meluruskan kedudukan empat roda mobil.

Selain melakukan rotasi, hal lainnya yang juga harus dilakukan adalah rutin mengecek tekanan angin pada masing-masing ban. Proses pengecekan ini bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.

Eka juga mengimbau kepada pengemudi agar mengendarai mobil secara normal. Sering bermanuver secara zigzag, menikung dengan kecepatan tinggi, "menghajar" lubang, atau kerap mengerem dan menginjak gas secara mendadak akan mempengaruhi kondisi dan ketahanan ban.

Baca juga: Jangan remehkan kerikil di telapak ban

Baca juga: Mencuci kaca mobil sebaiknya tak pakai sabun, kenapa?

Baca juga: Perlunya perawatan khusus guna cegah karat pada bodi mobil

 

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018