Astra Otoparts cetak pendapatan bersih Rp7,42 triliun

Rabu, 29 Agustus 2018 20:58 WIB
Astra Otoparts cetak pendapatan bersih Rp7,42 triliun
Pelayanan penggantian aki Shop&Drive, brand di bawah Astra Otopart. (PT Astra Otoparts Tbk)
Jakarta (ANTARA News) - PT Astra Otoparts Tbk membukukan pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp7,42 triliun sepanjang semester pertama 2018, meningkat 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Kenaikan pendapatan bersih ini didorong membaiknya kinerja seluruh lini bisnis milik perseroan. Masing-masing lini bisnis, yaitu segmen usaha manufaktur maupun perdagangan secara berturut-turut berkontribusi sebesar 54 persen dan 46 persen terhadap total pendapatan bersih tersebut.

"Peningkatan kinerja operasional dan margin pendapatan yang lebih tinggi mendorong peningkatan laba bersih perseroan yang tumbuh sebesar 3,7 persen, mencapai Rp206 miliar, dibandingkan laba bersih periode yang sama 2017 sebesar Rp198 miliar," demikian keterangan tertulis Astra Otoparts, Rabu.

Selain itu, nilai aset bersih per saham konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2018 adalah sebesar Rp2.241,- sedikit lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 2017. Pada akhir Juni 2018, rasio hutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) dapat terjaga sehat dan stabil.

Segmen manufaktur dan perdagangan

Di segmen manufaktur, perseroan memproduksi komponen dan rangkaiannya ke pasar pabrikan otomotif maupun pasar suku cadang pengganti, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pada semester pertama 2018, segmen usaha manufaktur memberikan kontribusi sebesar 54 persen dari total pendapatan bersih perseroan, atau meningkat 21,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didukung naiknya permintaan industri roda dua sebesar 11,2 persen serta 3,7 persen untuk pasar roda empat.

Perseroan juga memiliki jaringan distribusi domestik yang luas untuk pasar suku cadang pengganti yang mencakup 52 diler utama dan 24 kantor penjualan yang melayani 12.000 toko suku cadang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di pasar ekspor, pangsa pasar Astra Otopart telah meluas hingga ke lebih dari 35 negara di kawasan Afrika, Amerika, Asia Oseania, Eropa, dan Timur Tengah.

Selain itu perusahaan juga memiliki jaringan perdagangan ritel modern Shop&Drive sebanyak 362 outlet serta platform perdagangan online yaitu www.astraotoshop.com untuk menjangkau pasar aftermarket.

Baca juga: AMMDes, mobil Pak Tani yang bakal diproduksi massal Januari 2019

Segmen usaha perdagangan berkontribusi 46 persen dari total pendapatan bersih konsolidasi, atau meningkat 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini didukung oleh peningkatan penjualan dari segmen distribusi domestik dan jaringan perdagangan ritel modern yang semakin dikenal masyarakat.

Hingga semester pertama 2018, Perseroan telah melakukan aksi korporasi antara lain melalui entitas anak perusahaan dengan mendirikan PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) yang memproduksi dan mendistribusikan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), yang diluncurkan pada 2 Agustus 2018.

Baca juga: Kemenperin: IKM komponen pendukung AMMDes terus ditingkatkan

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2018

  Aston Martin mengonfirmasi langkah selanjutnya dalam pasar kendaraan hypercar dengan mengumumkan rincian Project "003" sebagai penerus model ...
Pembuat mobil sport, Porsche, mengumumkan pada Minggu bahwa akan menjadi raksasa otomotif Jerman pertama yang meninggalkan penggunaan mesin diesel. Langkah ...
Mobil adalah kendaran yang digandrungi pada saat ini, karena kenyamanan dan keunggulannya dibandingkan sepeda motor, sehingga banyak pengguna mobil rela ...
Lebih dari 18 juta unit mobil terjual di China selama periode Januari hingga Agustus 2018, naik sekitar tiga persen dibanding tahun 2017. Demikian dikatakan ...
Badan Kejahatan Asuransi Nasional Amerika Serikat merilis laporan tahunan berupa daftar 10 kendaraan yang paling banyak dicuri di negara itu. Temuan-temuan ...