Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal China, GAC dikabarkan akan menghadirkan kendaraan listrik dengan teknologi baru dan jangkauan lebih dari 1.000 km pada tahun 2026 melalui Hyper.

Arena Ev melaporkan ada Sabtu bahwa baterai solid state tidak terlalu rentan terhadap panas berlebih, tidak mudah terbakar, dan mempertahankan kapasitasnya dengan lebih baik seiring berjalannya waktu.

Yang lebih penting lagi, mereka memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi, sehingga memungkinkan kapasitas yang jauh lebih tinggi dalam volume dan berat yang sama.

GAC mengklaim baterainya memiliki kepadatan energi melebihi 400 Wh/kg, yang dapat memberikan peningkatan hingga 50 persen dibandingkan baterai lithium-ion cair terbaik saat ini.

Baca juga: Strategi China bersaing di industri otomotif dunia

Baca juga: Merek mobil listrik China GAC Aion resmi masuk ke pasar Indonesia


Ketika mengambil contoh baterai yang dimiliki oleh Tesla Model 3 dengan baterai 82 kWhnya, secara teoritis baterai yang akan digunakan oleh GAC akan memiliki keunggulan jangkauan secara signifikan meski memiliki ukuran yang sama.

Meski begitu, berbagai tantangan untuk menghadirkan teknologi ini masih dirasakan oleh GAC hingga saat ini karena belum ada yang memulainya. Namun, jika perusahaan tersebut dapat memenuhi tenggat waktunya, kendaraan listrik akan mengalami lompatan besar ke depan.

Produsen mobil Tiongkok lainnya seperti Nio dan IM Motors juga sedang mengembangkan teknologi solid-state, jadi diharapkan setidaknya beberapa dari mereka berhasil mencapai tujuan akhirnya.


Baca juga: GAC Aion gandeng Indomobil Group untuk masuk pasar otomotif tanah air

Baca juga: GAC Aion mulai bangun pabrik di Thailand

Baca juga: Toyota gandeng produsen lokal hadirkan SUV listrik Bozhi 4X di China

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024