Dubai (ANTARA News) - Pasar penggantian suku cadang kendaraan tua di Wilayah Teluk Timur Tengah mengalami pertumbuhan yang mencolok dengan total konsumsi pada 2012 diperkirakan mencapai 7,5 miliar dolar AS, kata Perusahaan riset Frost & Sullivan.

Sektor pasar suku cadang kendaraan bekas di enam negara Teluk kaya minyak GCC mengalami pertumbuhan besar, "dengan total konsumsi pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 7,5 miliar dolar", kata studi perusahaan tersebut.

"Dua faktor utama mendorong pertumbuhan. Armada kendaraan  bertambah tua dan orang biasanya memiliki mobil untuk waktu lebih lama. Ini menciptakan segmen besar berupa kendaraan yang sudah tidak garansi dan memerlukan perbaikan serta penggantian suku cadang," kata Asad Badami, Direktur Pelaksanaan A-MAP --yang berpusat di Uni Emirat Arab.

A-MAP adalah distributor utama pelumas, ban, aki, dan suku cadang kendaraan.

Suku cadang dan aksesoris merupakan konsumsi utama di wilayah itu namun ban, ban dalam, pelumas, dan aki juga menguntit ketat, kata studi Frost & Sullivan.

Badami menambahkan armada kendaraan tua dan pemilik yang mempertahankan mobil mereka lebih lama mendorong pertumbuhan sektor itu.

Industri ban dan suku cadang menyimpan banyak peluang bagi pemain di Timur Tengah, kata ahli tersebut. Wilayah itu berada dalam jajaran pasar yang tumbuh paling cepat dalam produk otomotif.

(Uu.C003)
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013