Jakarta (ANTARA News) - Ini dia sepeda motor yang bisa dibilang paling irit. Honda Vario 125 CBS yang menggunakan teknologi Idling Stop System (ISS) mampu menempuh jarak sejauh 76,1 km untuk per satu liter bensin.

Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, angka tersebut jauh lebih hemat jika dibandingkan hasil pengujian konsumsi bahan bakar yang dilakukan AHM menggunakan metode ECE R40, tercatat hanya 55,8 km per liter.

Jika dibandingkan dengan Honda Vario PGM-FI non-ISS, varian terbaru Honda tersebut mampu menghemat bahan bakar tujuh persen lebih irit, dan jika dibandingkan dengan Honda Vario tipe karburator, maka akan menghemat BBM hingga 37 persen.

"Dengan berkendara secara econo riding, konsumsi BBM Honda Vario 125 CBS Idling Stop ini bisa jauh lebih hemat," kata Head of Corporate Communication AHM, Kristanto.

Kristanto mengatakan, hal tersebut menunjukkan teknologi ISS memberikan manfaat yang luar biasa kepada pemakainya.

Sistem baru yang diadopsi Honda Vario 125 CBS Idling Stop tersebut mampu mematikan mesin setelah kendaraan berhenti lebih dari tiga detik, dan kembali menyala saat tuas gas diputar.

Honda Vario 125 CBS Idling Stop masih menggunakan mesin dengan performa terbaik 125cc dengan enhanced Smart Power (eSP), ACG starter, dan teknologi injeksi Honda PGM-FI yang ramah lingkungan serta sesuai dengan regulasi Euro 3.

Honda Vario 125 CBS Idling Stop sendiri, selain memiliki sistem pengereman combi brake system (CBS), juga dibekali tipe mesin empat langkah, SOHC pedinginan dengan cairan, dan memiliki daya maksimum 11.3 PS/8500 rpm, sementara untuk torsi maksimum 1,1kgf.m/5000rpm.

Varian baru tersebut memiliki dimensi panjang 1.918mm, lebar 689mm, dan tinggi 1.103mm. Untuk jarak sumbu roda 1.281mm, jarak terendah ke tanah 128mm, dan memiliki berat kosong 112 kilogram.

Vario 125 CBS Idling Stop tersebut juga memiliki kapasitas tangki 5.5 liter dengan menggunakan transmisi otomatis V-Matic, dan kelistrikan baterai 12V-5Ah (tipe MF).

Untuk rangka yang digunakan, merupakan rangka tulang punggung dengan tipe suspensi depan teleskopik, sementara suspensi belakang menggunakan lengan ayun dengan shockbreaker tunggal.

(V003/D007)
Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2013