Jakarta (ANTARA) - Platform teknologi dan transportasi inDriver mengumumkan rebranding perusahaan menjadi inDrive, bertransformasi menjadi marketplace layanan perkotaan yang menawarkan kenyamanan dan kemudahan di bidang transportasi penumpang dan pasar lainnya.

Baca juga: Kemenhub dukung tempat khusus peristirahatan pengemudi daring

"Rebranding ini dilakukan sebagai bentuk evolusi inDrive menjadi sebuah marketplace untuk layanan perkotaan,” ujar Director of Ride-Hailing (APAC) inDrive Roman Ermoshin di Jakarta, Selasa.

Melalui rebranding tersebut, inDrive kini tidak sekadar menawarkan layanan transportasi daring, tetapi juga menjadi marketplace layanan perkotaan, bahkan menjadi tempat pengguna untuk mencari lowongan pekerjaan, layanan rumah tangga, memesan perjalanan untuk jarak jauh, layanan pengiriman, serta kargo.

Rebranding itu juga menandakan bila inDrive telah meningkatkan pelayanan pada penawaran yang sudah ada secara berkelanjutan.

Ke depan, perusahaan juga akan masuk pada segmen strategis baru seperti teknologi finansial (tekfin), pengantaran makanan, e-commerce, serta meningkatkan program pengembangan nirlaba dalam skala besar.

Baca juga: inDriver hadirkan tempat peristirahatan bagi pengemudi di Jakarta

Semula inDriver merupakan singkatan dari Independent Drivers yang terbentuk dari sebuah grup media sosial. Seiring perkembangan yang terjadi, perusahaan perusahaan melakukan rebranding menjadi inDrive yang melambangkan kekuatan untuk menantang ketidakadilan.

"inDrive merupakan kependekan dari Inner Drive, yang melambangkan kekuatan dan dorongan dari dalam sebagaimana tertuang dalam misi perusahaan untuk menantang ketidakadilan. Kami berharap, nama baru ini akan meningkatkan hubungan emosional kami dengan pelanggan," kata Roman.

Roman meyakini bahwa memiliki tujuan kuat sangatlah penting untuk membuat tim tetap terinspirasi serta memupuk hubungan emosional antara pelanggan dan perusahaan.

Selama ini, harga pasar ditentukan oleh algoritme kompleks dan skema yang tidak transparan sehingga membuatnya menjadi tidak wajar. inDrive meyakini bahwa harga wajar adalah harga yang dapat dinegosiasikan oleh pelanggan secara langsung.

Hal itu menjadi misi inDrive dalam menciptakan harga wajar kepada para pelanggan di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Di inDrive, kami meyakini bahwa pengguna dapat selalu bernegosiasi secara langsung. Prinsip people to people akan tetap tidak berubah dan kini tercermin dalam slogan perusahaan, People Driven,” kata Roman.

inDrive yang diluncurkan pada 2012, kini telah tersedia di 707 kota, 47 negara, serta lima benua. Di Indonesia, inDrive mulai beroperasi pada 2021 dan telah tersedia di 50 kota di Tanah Air dengan mitra pengemudi berjumlah 600 ribu orang.


Baca juga: Aulia Sarah pilih naik transportasi daring daripada bawa mobil sendiri

Baca juga: Catatan SEA Games - Sensasi naik ojek daring di Vietnam

Baca juga: BeuJek ramaikan transportasi berbasis aplikasi di Jakarta
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022