Jakarta (ANTARA) - Mahindra and Mahindra India dan British International Investment (BII) masing-masing akan menginvestasikan hingga 250 juta dollar AS (Rp3,7 triliun) di anak perusahaan kendaraan listrik (EV) baru dengan nilai valuasi 9,1 miliar dollar AS (Rp136 triliun).

BII akan memiliki 4,8 persen dan kepemilikan di bisnis yang akan fokus pada kendaraan listrik penumpang roda empat. Unit akan dimiliki sepenuhnya oleh Mahindra.

"Kami memperkirakan antara 20 persen hingga 30 persen SUV Mahindra akan menjadi listrik pada tahun 2027," kata direktur eksekutif M&M Rajesh Jejurikar dikutip Reuters pada Minggu.

Total pemasukan modal untuk unit baru ini diperkirakan sekitar 80 miliar rupee (1,01 miliar dollar AS) yang tersebar antara tahun 2024 dan 2027, kata Mahindra.

Mahindra mengatakan akan bekerja sama dengan lembaga keuangan pembangunan Inggris untuk mendatangkan investor lain di perusahaan kendaraan listrik agar sesuai dengan kebutuhan pendanaan secara bertahap. 

Baca juga: Volkswagen dan Mahindra jajaki kemitraan komponen kendaraan listrik

Baca juga: Mahindra akan pecah perusahaan menjadi tiga unit bisnis otomotif

Baca juga: CEO: Mahindra eksplorasi lebih banyak kemitraan untuk komponen EV
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022