Jakarta (ANTARA) - Banyak kendaraan yang beredar dan harus ditarik kembali (recall) karena adanya kerusakan pada fuel pump atau pompa bensin, pemilik kendaraan diharapkan tahu mengenai pola kerja dari pompa bensin yang ada di setiap kendaraan. 

Fuel pump memiliki peran sebagai alat untuk memompa bahan bakar dari tangkinya. Bensin yang ada di dalam tangki bahan bakar akan dipompa untuk dialirkan menuju ruang pembakaran dan diubah menjadi energi yang akan membantu mesin kendaraan menyala.

Kendati demikian, tidak semua jenis fuel pump itu sama cara kerjanya. Seperti pada mesin mobil dengan karburator, fuel pump bertanggung jawab untuk memompa bahan bakar dari tangki atau wadah penampungan menuju karburator.

Sedangkan untuk kendaraan yang lebih moderen, yang menggunakan karburator injeksi, peran dari fuel pump ini adalah memompa bahan bakar dari tangki menuju injektor. Perbedaannya terletak pada lokasi pengaliran bahan bakar.

Baca juga: Daihatsu "recall" 97.290 Xenia-Terios bermasalah fuel pump

Dikutip dari laman resmi Auto200, Senin, selain perbedaan cara kerja, fuel pump juga dibedakan kembali menjadi beberapa jenis sesuai cara kerjanya. Jenis fuel pump atau pompa bahan bakar mobil ada dua, yaitu mekanis dan elektrik.

1. Fuel pump mekanis
Pertama, ada fuel pump mekanis. Pompa bahan bakar mekanis digerakkan oleh putaran mesin mobil yang tersambung pada belt. Contohnya saja pada mesin diesel. Kalau pada mobil, fuel pump mekanis digerakkan oleh mekanisme camshaft yang berada di bagian silinder head.

2. Fuel pump elektrik
Kedua, ada fuel pump elektrik. Pompa bahan bakar ini menggunakan motor listrik yang digerakkan oleh aliran listrik menuju motor penggerak. Untuk jenis ini, dibagi lagi menjadi beberapa tipe, di antaranya adalah model yang menggunakan diafragma dengan platina dan model biasa yang ditemukan pada mesin-mesin mobil injeksi bahan bakar.

Setelah mengenal dua cara kerja yang berbeda, pemilik kendaraan juga harus tangkas dalam merawat komponen yang jika rusak akan menyebabkan kendaraan sulit untuk dinyalakan.

Perawatan pada fuel pump atau pompa bahan bakar tentu sangat dibutuhkan apabila pemilik tidak ingin gejala kerusakan lebih lanjut melanda mesin mobil. Oleh karena itu, lakukan pembersihan berkala pada tangki bahan bakar setiap satu tahun sekali.

Lalu, bersihkan pula bagian pompa tiap enam bulan sekali, serta bagian filter dan nozel injector setiap mobil sudah mencapai jarak 15.000 km.

Baca juga: Toyota "recall" 5,84 juta mobil karena masalah pompa bensin

Baca juga: Honda Indonesia umumkan "recall" ribuan mobil karena masalah fuel pump

Baca juga: Toyota "recall" sejumlah kendaraan akibat fuel pump dan brake booster

Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021