Jakarta (ANTARA) - Jeep Grand Cherokee Trackhawk, yang menggunakan tenaga Hellcat dikabarkan akan berakhir pada tahun ini, tepatnya pada November mendatang.

Dikutip dari CarsCoops, Kamis, Jeep awalnya berencana untuk mendesain ulang kendaraan tersebut, namun mereka membatalkan karena meningkatnya peraturan emisi dan rencana elektrifikasi Stellantis.

Alhasil, Grand Cherokee Trackhawk dikabarkan akan "mati" pada November mendatang. Jika itu benar terjadi, itu merupakan hal yang mengecewakan. Karena model ini memiliki mesin V8 6.2 liter supercharged yang menghasilkan 707 hp (527 kW / 717 PS) dan torsi 645 lb-ft (875 Nm).

Hal ini memungkinkan SUV itu dapat berakselerasi dari 0-60 mph (0-96 km/jam) dalam 3,5 detik, mencapai kecepatan tertinggi 180 mph (290 km/jam) dan berlari seperempat mil dalam 11,6 detik.

Tentu saja, Jeep memberikan sentuhan akhir pada Grand Cherokee baru dan secara efektif akan menjadi versi yang lebih pendek dari Grand Cherokee L tiga baris. Yang terakhir mulai tiba di dealer bulan lalu dan tersedia dengan dua mesin yang berbeda, termasuk 5.7 -liter V8 dengan 357 hp (268 kW / 362 PS) dan torsi 390 lb-ft (520 Nm).

Sementara untuk Grand Cherokee Trackhawk bertenaga Hellcat dilaporkan dalam masa kritis, publikasi tersebut menyarankan model tersebut pada akhirnya dapat kembali dengan mesin enam silinder turbocharged yang menampilkan teknologi plug-in hybrid.

Itu masih harus dilihat, tetapi CEO Dodge Tim Kuniskis sebelumnya mengatakan "hari-hari dari blok besi V8 6.2 liter supercharged sudah dihitung." Namun, dia menyatakan kinerja yang terkait dengan model Hellcat akan tetap ada dan itu akan dimungkinkan berkat elektrifikasi.

Baca juga: Jeep Compass 2022 hadir dengan serangkaian pembaruan di Australia

Baca juga: Pemerintah gandeng komunitas hadirkan angkutan di tempat wisata

Baca juga: Stellantis siapkan sistem cerdas untuk Jeep dan Fiat

Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021