Jakarta (ANTARA) - Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Karyanto Hardjosoemarto mengungkapkan bahwa mereka belum bisa membawa kendaraan listrik ke Indonesia dengan alasan infrastruktur.

"Berbicara kendaraan listrik ini adalah tren kendaraan masa depan, dan tentu kami juga akan ikut meramaikan. Tapi, kami tidak mau gegabah dengan secara terburu-buru membawa kendaraan listrik ke Indonesia," ungkap Karyanto Hardjosoemarto di Jakarta, Selasa (4/5).

Baca juga: Mercedes Maybach S Class meluncur di Shanghai

Dalam hal ini, dia mengatakan bahwa banyak yang harus diperhatikan untuk membawa kendaraan masa depan ke Indonesia, mulai dari infrastruktur hingga persiapkan sumber daya manusia untuk ke mobil listrik.

"Jika ditanya kapan? kami jawab bukan tahun ini, karena EQS kan baru kemarin world premier-nya dan itu akan bertahap mulai dari Eropa baru nantinya akan ke Asia," ucap dia.

Seperti diketahui bersama, sedan listrik dari Merceds-Benz EQS baru saja melakukan world premier pada April lalu ini, hadir dengan platform yang khusus Electric Vehicle Architecture (EVA).

"Kami tidak ingin coba-coba untuk memasarkan kendaraan listrik di Indonesia, misal tidak sukses memasarkan lalu dengan enaknya ditinggalkan. Kami tidak ingin seperti itu," ucap dia.

"Indonesia memiliki potensi yang cukup bagus untuk kendaraan ramah lingkungan, maka kami mulai sekarang sedang mempersiapkan infrastruktur, man power, jika semua sudah siap, kami akan luncurkan," tutup dia.

Baca juga: Kia EV6 laku keras di Eropa

Baca juga: Hyundai akan luncurkan merek Genesis di Eropa musim panas ini

Baca juga: Arrival akan kembangkan mobil listrik untuk Uber

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021