Jakarta (ANTARA) - Mesin diesel memiliki dua sistem, yang pertama ada mesin diesel konvensional dan juga mesin diesel common rail. Jika para pemilik kendaraan diesel yang menggunakan sistem common rail lebih sering untuk menyalakan kendaraan.

Berikut 10 faktor yang menyebabkan kendaraan diesel dengan sistem common rail sulit untuk dinyalakan.

Baca juga: Enam keuntungan servis mobil di bengkel resmi

masalah solar
Sebagai bahan bakar utama dari kendaraan diesel, solar terkadang dapat menyebabkan kendaraan sulit untuk dihidupkan ketika pemilik kendaraan mengisi solar yang bermasalah.

Masalah solar ini mencakup terlalu kotor dan bercampur air dan jenis oplosan yang sudah tercampur cairan lain. Maka dari itu Anda harus selalu pastikan bahwa solar yang dipakai memang produk terpercaya. Jika tidak, hal ini dapat menyebabkan mesin diesel mati mendadak.

pipa bahan bakar rusak
Pipa atau selang bahan bakar memang menjadi bagian penting karena sebagai tempat mengalirnya solar ke bagian injektor. Jika bocor, robek, atau lepas, sudah pasti bahan bakar tidak bisa mencapai injektor.

Risikonya adalah mesin diesel menjadi susah hidup. Selain itu solar akan berceceran ke bagian mesin lainnya. Malah jadi membawa risiko lebih bahaya lagi.

filter bahan bakar mampet
Filter bahan bakar berguna untuk menyaring kotoran. Dengan begitu solar yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih bersih. Namun saat kotoran yang tertampung sudah terlalu banyak, maka bisa muncul masalah mampet.

Gejala pertama yang menjadi penanda adalah lampu indikator check engine atau water separator menyala. Kemudian suplai bahan bakar ke dalam injektor pastinya terpengaruhi karena tidak mencapai jumlah yang sesuai. Akhirnya mesin menjadi susah hidup.

primping pump rusak
Priming pump terkadang masih digunakan di dalam beberapa mesin diesel common rail. Fungsinya untuk membantu kinerja supply pump untuk menghisap solar dari dalam tangki bahan bakar. Ketika priming pump rusak, maka solar tidak bisa terhisap dengan sempurna. Inilah yang menjadi salah satu alasan mesin jadi susah hidup.

Baca juga: Rawat tampilan mobil dengan tiga langkah ini

masalah supply pump
Pada bagian priming pump sudah disebutkan bahwa ada komponen supply pump dalam mesin diesel common rail. Fungsi utamanya adalah memompa solar ke dalam fuel rail yang menciptakan tekanan tinggi sehingga bahan bakar bisa diinjeksikan ke dalam injektor.

Namun ada beberapa masalah yang bisa terjadi ke dalam supply pump, seperti SCV (Suction Control Valve) adalah salah satu bagian dari supply pump. Kalau SCV rusak, bocor, atau mampet, maka bisa membuat mesin susah hidup.

"Supply pump yang baru dipasang harus dilakukan inisialisasi terhadap ECU. Kalau tidak dilakukan inisialisasi, lampu indikator cek engine mobil Anda pasti menyala. Efeknya mesin susah dihidupkan.​​​​​," seperti yang dikutip dari laman resmi Auto200, Senin.

masalah fuel rail
Fuel rail atau biasa disebut juga sebagai common rail memiliki dua komponen utama, yaitu fuel rail pressure limiter dan fuel rail pressure sensor. Kalau kedua komponen ini rusak atau memiliki masalah, pembacaan CUR kepada tekanan bahan bakar dalam fuel rail pasti tidaklah akurat.

Anda langsung mendapatkan peringatan dini lewat lampu indikator cek engine yang menyala. Kemudian mesin menjadi susah hidup juga.

masalah injektor
Injektor sudah disebutkan beberapa kali di atas. Fungsinya berguna untuk mengubah solar bertekanan menjadi kabut bahan bakar sehingga mesin bisa bekerja dengan baik. Namun ketika injektor bermasalah, mesin pasti susah hidup.

Masalah yang sering dihadapi oleh mesin diesel common rail adalah masalah pada injectro seperti, Injektor mengalami mampet, Injektor belum diregistrasi ke ECU karena baru diganti, Injektor belum mengalami learning karena baru dipasang. Learning adalah proses pengenalan ECU kepada kondisi komponen baru.

sensor common rail rusak
Mesin diesel common rail memiliki sensor-sensor yang berguna untuk acuan saat mengoperasikan injektor dan berbagai aktuator lainnya. Tentunya terkait juga dengan sistem common rail.

Beberapa sensor itu adalah CKP sensor: sensor ini berguna untuk mengukur sudut putaran crankshaft, CMP sensor: sensor ini berguna untuk mengukur sudut putaran camshaft, MAP sensor: sensor ini berguna untuk mengukur tekanan yang ada dalam intake manifold.

Kalau salah satu dari sensor di atas mengalami kerusakan, dampak negatifnya adalah mesin jadi susah dihidupkan oleh Anda.

masalah ECU
ECU adalah kontrol dari keseluruhan sistem common rail. Gunanya untuk membaca, mengolah, hingga memutuskan komponen mana yang bekerja sesuai kebutuhan mesin. 

ECU mengalami kerusakan hingga bisa membuat mobil mogok. Vehicle Identification Number (VIN) belum teregistrasi dalam ECU karena baru diganti, bisa juga mengganti ECU yang modelnya tidak sesuai dengan tipe mobil Anda.

tidak melakukan perawatan berkala
Masalah yang cukup penting untuk dihindari adalah melupakan perawatan berkala. AutoFamily harus merawat mesin mobil diesel common rail secara berkala agar bisa mendapatkan performa terbaik.

Baca juga: Rawat warna kendaraan dengan lima langkah ini

Baca juga: Tips tekan biaya perawatan mobil di tengah pandemi

Baca juga: Perawatan mobil selama "di rumah aja"

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021