Jakarta (ANTARA) - General Motors Co melakukan penarikan kembali (recall) terhadap 5,9 juta mobil terkait kerusakan pada inflator kantong udara Takata.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS mengatakan, GM harus menarik kembali truk dan SUV yang diproduksi pada tahun 2007-2014 karena inflator "berisiko mengalami ledakan yang sama setelah paparan jangka panjang terhadap panas dan kelembapan tinggi seperti inflator Takata lainnya yang ditarik." kata NHTSA yang dikutip dari Reuters, Selasa.

GM akan menggelontorkan biaya sebanyak 1,2 miliar dolar jika memang benar pihaknya diminta untuk mengganti inflator kantung udara bermasalah itu.

Kendati demikian, perusahaan asal Amerika Serikat itu berpendapat bahwa penarikan itu tidak perlu karena tidak menimbulkan risiko keselamatan.

GM mengatakan bahwa mereka masih percaya "penarikan kembali kendaraan tidak berdasarkan berdasarkan catatan faktual dan ilmiah."

Namun, perusahaan mengatakan "akan mematuhi keputusan NHTSA dan mulai mengambil langkah yang diperlukan."

Penarikan kembali terjadi juga pada model Cadillac Escalade, Chevrolet Silverado, Chevrolet Suburban, Chevrolet Tahoe, GMC Sierra dan GMC Yukon.

Secara total, 18 kematian AS telah dilaporkan terkait dengan inflator kantung udara Takata - meskipun tidak ada merek GM dalam catatan tersebut.

Hingga saat ini, 15 kematian di AS telah dilaporkan terjadi pada kendaraan Honda, dua di kendaraan Ford Motor Co dan satu di BMW sejak 2009.

Baca juga: Honda konfirmasi ada kecelakan akibat kantung udara Takata rusak

Baca juga: Pabrikan mobil berupaya tuntaskan kasus Takata

Baca juga: Masalah airbag, Audi "recall" A6 di Vietnam

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020