Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil Jepang, Nissan Motor mengatakan pada Kamis bahwa mereka akan terus menaikkan penjualan di China untuk bersaing dengan Toyota dan Honda.

Nissan juga berupaya menangani masalah-masalah yang ditinggalkan mantan pimpinan Carlos Ghosn, salah satunya adalah strategi ekspansif yang memakan biaya.

Dikutip dari Reuters pada Jumat, mereka telah menjual 126.592 kendaraan di China pada Agustus 2020.

Baca juga: Mengenal teknologi Nissan e-POWER, manfaat dan cara kerjanya

Jumlah itu naik 4,7 persen dari bulan sebelumnya, menunjukkan pemulihan bisnis otomotif di China setelah pandemi virus corona awal tahun ini.

Sedangkan Toyota berhasil menjual 164.400 kendaraan di China bulan lalu, naik 27,2 persen dari tahun lalu.

Dari total tersebut, 20.700 berasal dari merek Lexus premium, yang menunjukkan lonjakan penjualan 22,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Honda juga menjual 148.636 unit, atau naik 19,7 persen, demikian Reuters.

Baca juga: Tantangan bangun infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia

Baca juga: Setelah Kicks e-Power, Nissan siap hadirkan LEAF ke Indonesia 2021

Baca juga: Kia Sonet, SUV kompak pesaing Hyundai Venue hingga Nissan Magnite

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020