Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif Dongfeng Sokon (DFSK) resmi mengenalkan mobil barunya yang diberi nama DFSK Gelora untuk pasar Indonesia.

DFSK Gelora hadir dengan dua tipe bodi, yaitu mini van dan blind van yang hadir dengan kelebihan serta keunggulan menarik yang ditawarkan. Sedangkan penggeraknya tersedia pilihan mesin bensin dan listrik.

Lantas apa saja kelebihan dari DFSK Gelora yang juga nampaknya akan menjadi pesaing Daihatsu Gran Max.

Dimensi lebih besar

DFSK Gelora tipe mini van dan blind van masing-masing memiliki dimensi yang sama, yaitu panjang 4.500 mm, lebar 1680 mm, dan tinggi 1.680 mm, serta jarak sumbu roda 3050 mm.

"Keunggulan kita punya dimensi bodi yang relatif lebih besar, lebih panjang dan lebih tinggi. Itu keuntungan bagi konsumen yang pakai. Walaupun 11 orang tapi tidak sempit," kata Sugiartono selaku Technical Service Manager PT Sokonindo Automobile kepada ANTARA di Jakarta belum lama ini.
 
Interior DFSK Gelora. (ANTARA/Yogi Rachman)


Sugiartono mengatakan tipe blind van sangat cocok digunakan untuk kendaraan niaga yang mampu menampung banyak muatan dengan dimensi bodi yang dimiliki.

Sedangkan untuk tipi mini van, dia mengatakan DFSK Gelora dibekali 11 kursi penumpang dan sangat cocok digunakan untuk kendaraan bisnis travel.

Mesin

Dua tipe Gelora dibekali mesin yang sama, yaitu mesin bensin model DK15-06VVT berkapasitas 1.499 cc.

Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga 113 Hp, dan torsi 148 Nm dengan transmisi lima percepatan.
 
Interior DFSK Gelora. (ANTARA/Yogi Rachman)


DFSK Gelora juga memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 55 liter. Sugiartono menjamin kualitas mesin DFSK Gelora sudah teruji.

"Mesin dual VVT sudah kita uji di varian sebelumnya. Sehingga selama hampir dua tahun kita gunakan di Super Cab tidak masalah. Kami yakin engine ini tidak masalah," ujarnya.

Baca juga: DFSK pasarkan kendaraan niaga varian bensin dan diesel

Baca juga: Pikap DFSK buatan Cikande akan diekspor ke Filipina

Baca juga: DFSK pasarkan mobil listrik di Indonesia mulai 2020

Fitur lain

DFSK Gelora memakai rem depan cakram dan belakang drum, dengan hydraulic dual circuit breaking system. Selain itu, kendaraan ini juga menggunakan suspensi macpherson independent/non independent suspension composed op plate spings.

DFSK Gelora juga kenggunakan pintu geser di bagian tengah untuk kedua tipe mobil sehingga memudahkan penumpang untuk masuk ataupun bagi pengguna yang ingin memasukkan barang ke kabin.

Baca juga: Pilihan SUV harga di bawah Rp300 juta

Baca juga: Water hammer ancam pemilik mobil di musim penghujan

Baca juga: Masuk tahun kedua penjualan, DFSK jamin suku cadang Glory 560

 
DFSK Gelora. (ANTARA/Yogi Rachman)
 

Tipe tenaga listrik

Satu hal yang istimewa dari varian baru DFSK Gelora ini adalah tersedianya pilihan tipe tenaga listrik. DFSK Gelora EV secara penampilan tak jauh berbeda dengan tipe bensin, hanya saja perbedaan terletak dari sumber tenaga yang digunakan.

"Yang menarik ini versi electric vehicle kan belum begitu populer. Bisa dibilang ini menjadi breakthrough. Malah belum ada. Kompetitor mungkin masih berkutat electric vehicle ke mobil penumpang," jelas Sugiartono.
 
DFSK Gelora EV. (ANTARA/Yogi Rachman)


DFSK Gelora EV dibekali mesin baterai berkapasitas 42 Kw yang mampu menempuh jarak hingga 290 Km. Sugiartono mengatakan perawatan DFSK Gelora EV jauh lebih murah dibandingkan kendaraan sejenis bermesin bensin.

"Mesin yang diganti dengan baterai bisa dibilang perawatan itu hampir tidak ada lagi, seperti penggantian oli, busi, otomatis hilang. Sangat menarik ketika tidak ada konsumsi bahan bakar dan perawatan berkala tidak ada. Jadi costnya jauh lebih murah," kata dia.

Dia menambahkan pengisian mesin baterai DFSK Gelora EV bisa dilakukan di rumah dengan rentang waktu delapan jam hingga daya penuh.

"Pengisian ulang ada dua yaitu slow charging yang bisa digunakan di rumah yang membutuhkan waktu charge delapan hingga 10 jam. Ada juga Fast charging yang digunakan di stasiun pengisian itu sekitar 30 menit full charge," jelasnya.
 
DFSK Gelora EV. (ANTARA/Yogi Rachman)


Meski menggunakan tenaga baterai, Sugiartono menjamin keamanannya melewati jalanan Ibu Kota yang rentan banjir.

"Keamanan karena desain ini sudah dirilis lama sehingga ketahanan dan durability terhadap air sudah teruji," imbuhnya.

Baca juga: DFSK Gelora E, van listrik niaga harga di bawah Rp500 juta

Baca juga: DFSK Indonesia ekspor Super Cab ke Maroko

Baca juga: DFSK: Pasar kendaraan niaga menjanjikan untuk Indonesia

Pewarta: Y014
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020