Jakarta (ANTARA) - Kenaikan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di DKI Jakarta sudah resmi naik, dari sebelumnya 10 persen menjadi 12,5 persen, sehingga di tahun ini sejumlah pabrikan otomotif memilih untuk menaikkan harga jual kendaraannya.

Namun, menurut Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra, Suzuki tidak akan menaikkan harga jual kendaraannya karena kenaikan harga telah pihaknya lakukan pada Oktober lalu.

"Hasil evaluasi, kami menaikkan harga di bulan Oktober. Khusus di bulan Desember, karena ada perubahan BBN-KB dari 10 persen menjadi 12,5 persen, tidak berpengaruh. Karena kenaikan ini, masih bisa kami serap dari kenaikan bulan lalu. Jadi di Desember tidak kami naikkan," jelas Donny di sela-sela peluncuran new Suzuki Baleno, Jumat (20/12).

"Untuk penyesuaian harga, ada tiga hal yang mempengaruhi. Pertama regulasi, kedua biaya produksi, dan ketiga kompetisi," ujarnya melanjutkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kenaikan harga yang ditetapkan juga tidak harus seragam dan dipukul rata untuk satu model dengan model lainnya.

Misalnya, Suzuki Jimny akan berbeda kenaikannya dengan model lain, pun dengan kendaraan di segmen komersial, seperti mobil pikap Carry.

"Di beberapa produk itu beda-beda kenaikannya. Ada yang naiknya cuma Rp2 juta, ada yang naik Rp7-10 juta, semua tergantung tipe dan jenisnya," pungkas Donny.

Baca juga: Gaikindo perkirakan harga kendaraan akan menyesuaikan kenaikan BBNKB

Baca juga: Kenaikan BBNKB tak pengaruhi minat membeli mobil

Baca juga: Penyesuaian harga Honda tunggu kepastian tarif BBNKB

Pewarta: A087
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2019