Bogor (ANTARA) - PT Piagio Indonesia mengajak beberapa jurnalis ibu kota untuk merasakan dan menjajal keganasan mesin Vespa GT Super Tech 300 di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berangkat pada Jumat (27/9) pagi dari Cipete, Jakarta Selatan, ANTARA bergabung bersama belasan jurnalis dari media lain mengikuti ajang test ride oleh PT Piaaggio Indonesia itu.

Pada kesempatan ANTARA menjajal kendaraan yang diluncurkan sepekan lalu itu, skuter bermesin 278,3 cc itu terasa bertenaga dibanding skuter matik lain dalam perjalanan dari Jakarta menuju kawasan Puncak.

Pada putaran awal, tenaga GT Super Tech 300 terasa sesaat setelah menaiki jok. Mesin dengan tenaga maksimal 17,5 kW pada 8.250 rpm dan torsi maksimal 26 Nm pada 5.250 rpm sebagaimana terpajang pada keterangan resmi seakan terbukti bahkan bagi para pengendara yang pertama kali menunggangi skuter.

Kendati demikian, kendaraan itu jika terus "dibetot" sejak awal, pada putaran tengah saat memasuki 5.500 rpm akan sedikit berkurang atau agak kosong tenaganya.

Skuter yang mengusung sistem penggerak continuous variable transmission itu justru akan menghasilkan tenaga yang cenderung stabil saat pengendara menarik gas secara perlahan sejak awal.

Baca juga: Vespa GT Super Tech 300 diklaim lebih ganas meski bongsor
 
Vespa GT Supr tech 300 (Antara News/Chairul Rohman)


Dorongan tenaga yang lebih pada tarikan gas terasa karena berbagai perubahan baru yang disematkan pada Vespa GT Super Tech 300, seperti crankcase, crankshaft, piston, silinder, kepala silinder, CVT, motor starter, throttle body, system timing, manajemen injeksi yang baru, tensioner baru, penekan injeksi, hingga tekanan pompa bensin yang lebih tinggi.

Namun, kipas mesin skuter itu akan lebih terdengar berisik dibanding suara mesinnya ketika kendaraan itu panas. Pengendara tidak perlu cemas karena bunyi berisik itu bukan suatu masalah melainkan tanda bahwa kendaraan dalam keadaan baik-baik saja.

"Jika kipas itu terdengar sangat kencang, itu bukan suatu maslah, Hal itu terbukti bahwa kendaraan yang Anda pakai itu staminaya masih oke," ungkap Technical Trainer Manager PT Piaggio Indonesia, Yudi Riswanto pada saat sesi test ride di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/9).

Dari segi posisi pengendaraan, sepeda motor yang diproduksi untuk melakukan perjalan jarak jauh itu juga punya kualitas jok yang baru dan tetap nyaman. Hanya saja, skuter berbadang bongsor itu masih memiliki bagasi yang kecil jika pengendara membawa berbagai peralatan ataupun bagasi besar.

Pengendara perlu menyiapkan aksesoris tambahan untuk memuat barang bawaan selama perjalanan jarak jauh.

Pada sistem keselamatannya, skuter itu sudah menggunakan rem dual ABS (anti-lock braking system) serta kendali  traksi elektronik ASR yang hanya tersedia pada kendaraan kelas premium.

Baca juga: GTS Super 300 Tech sasar konsumen yang sudah punya Vespa
 
Vespa GT Supr tech 300 (Antara News/Chairul Rohman)


Hal lain yang tidak kalah menarik, panel layar kemudi mengadopsi teknologi digital TFT full color 4,3 inci yang terkoneksi ponsel pintar melalui bluetooth. Layar itu memungkinkan pengendara memberikan perintah suara untuk menerima panggilan, mengatur notifikasi pesan, dan sistem navigasi.

Secara keseluruhan, kendaraan yang dibanderol setara harga mobil LCGC itu, yakni Rp152 juta, sudah cukup baik dengan segala pembaharuannya.

Kendaraan itu juga cukup memberikan kesan yang baik sejak dari tenaga awal hingga akhir jika para pengendara membawa skuter itu stabil.

Vespa GT Super Tech 300 hadir dalam dua varian warna yaitu Nero Vulcano dan Grey Avio.

Baca juga: Vespa hadirkan GTS Super Tech 300, harganya Rp153 juta

Pewarta: KR-CHA
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019