Jakarta (ANTARA) - Banyaknya jenis bahan bakar minyak (BBM) dengan tawaran menariknya saat ini membuat pemilik kendaraan tergiur untuk "coba-coba" menggunakan variasi BBM ke kendaraan bermotornya.

Misalnya dari awalnya menggunakan bahan bakar jenis X, lalu beralih menggunakan bahan bakar jenis Y. Pertanyaannya, apakah penggantian jenis BBM tersebut aman bagi mesin kendaraan bermotor kita?

Menurut saintis Andreas Schaefer usai acara Shell's Fuel Academy di Jakarta Selatan, Rabu, pergantian variasi BBM secara rutin dan dalam jangka waktu yang singkat rupanya tidak memiliki dampak signifikan pada mesin.

"Ketika kita melakukan pergantian atau "mencampurkan" jenis BBM X ke Y, saya kira tidak akan menimbulkan dampak buruk ke kendaraan kita," jelas Schaefer.

Meskipun tidak ada efek negatif yang berarti, lanjut dia, dengan mengganti atau mencampurkan jenis BBM dalam kurun waktu yang dekat, konsumen tidak bisa mendapatkan kinerja maksimal dari bahan bakar tersebut.

"Jadi bagaimanapun kalau menurut saya, agar kinerja bahan bakar maupun mesin dapat maksimal, lebih baik tidak sering melakukan pencampuran atau pergantian dalam waktu singkat," terang ilmuwan asal Jerman ini.

Schaefer lalu mengatakan, penambahan zat aditif ke dalam suatu jenis bahan bakar sangat tidak direkomendasikan, mengingat zat aditif dapat ditemukan di pasaran dengan mudah.

Menurutnya, penambahan zat-zat lain ke dalam bahan bakar memerlukan pendampingan dan uji coba secara profesional dan matang.

"Penambahan zat baru secara mandiri oleh pengguna ke dalam tangki mungkin dapat menimbulkan efek yang tidak bisa diatasi sendiri. Jadi, hal ini sangat tidak direkomendasikan," tutupnya.


Baca juga: Mengulas keunggulan "Dynaflex", teknologi terkini Shell

Baca juga: Pertamina produksi BBM ramah lingkungan

Pewarta: SDP-104
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019